Jangan Kubur Potensi Hidupmu — Temukan Bakat Alamimu Lewat Dua Latihan Sederhana

EtIndonesia. Di zaman sekarang, dunia semakin mendorong kita untuk menampilkan keunikan dan jati diri. Maka, jangan biarkan dirimu terkubur dalam tumpukan rutinitas dan beban tak bermakna.

Artikel ini akan membimbingmu melalui dua latihan sederhana untuk menemukan potensi dan bakat alami yang mungkin selama ini tersembunyi.

Penulis buku “Hidup Baru yang Aku Inginkan”, Takumi Kawahara, adalah suami dari Marie Kondo, sang guru beres-beres asal Jepang yang mendunia. Dia juga merupakan produser eksekutif program realitas Netflix “Tidying Up with Marie Kondo”, dan tokoh di balik branding global sang istri.

Dalam bukunya, Kawahara berbagi prinsip hidup yang telah mereka jalani bersama—bagaimana menyortir beban hidup yang tidak perlu, dan menemukan kembali dirimu yang paling bersinar dan penuh semangat.

Dunia Lama Menyuruh Kita Menyesuaikan Diri—Dunia Baru Meminta Kita Jadi Diri Sendiri

Sejak kecil, kita dididik sebagai makhluk sosial untuk menyesuaikan diri:

“Berbuat baik pada sesama”,

“Kebersamaan adalah kekuatan”,

 “Semua untuk satu, satu untuk semua”.

Namun, pola pikir ini sering kali membuat kita terlalu peduli pada penilaian orang lain, dan akhirnya kehilangan jati diri, hanya untuk bisa tetap sama dengan orang kebanyakan.

Seluruh sistem sosial seolah mendorong kita untuk menyembunyikan keunikan diri, dan meniru jalan hidup orang lain.

Tapi sekarang, paradigma itu telah berubah. Di era baru ini, kita justru didorong untuk menonjolkan keunikan pribadi dan menjalani hidup yang sesuai dengan karakter asli kita.

Ini adalah zaman di mana kamu tidak perlu lagi memaksa diri menahan penderitaan, tidak harus terus-menerus berkata:

“Kesulitan itu melatihku.”

 “Harus mundur dulu sebelum bisa melompat jauh.”

Kita tidak perlu menjadi berlian yang teronggok di tempat sampah.

Jika lingkunganmu membuatmu menderita, jika pekerjaanmu membuatmu sesak—kamu berhak meninggalkannya. Apa pun tanggung jawabmu, apa pun impianmu, meskipun kamu memilih jalan lain hari ini, bukan berarti kamu tak akan mencapai tujuan itu.

Ingatlah: kamu bebas, dan kamu layak untuk bahagia.

Kenapa Menjadi Diri Sendiri Dimulai dari “Membuang” Hal yang Tak Sesuai Dirimu

Manusia cenderung memilih apa yang terlihat umum, normal, atau dapat diterima oleh orang lain.

Meskipun setiap orang memiliki sifat bawaan yang unik,  jika kita terus melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan karakter itu, bakat kita akan tertimbun semakin dalam, dan tidak pernah benar-benar terwujud.

Kita terlalu sibuk memenuhi ekspektasi dari luar, hingga perlahan-lahan mulai merasa:

·        Semakin tidak bahagia

·        Semakin kehilangan arah

·        Dan performa kita pun semakin menurun

Penulis sendiri pernah mengalami hal ini—mengejar “definisi sukses” menurut orang lain. Dia mencoba segalanya, seperti ingin mengoleksi medali pencapaian. Segala hal ia coba, tanpa peduli cocok atau tidak.

Kalau gagal? Dia paksa belajar lebih keras. Karena dia percaya seperti kebanyakan orang bahwa:

“Setiap tantangan adalah latihan, dan semua kesempatan harus diambil.”

Padahal, dalam diam dia sadar bahwa kemampuannya dalam memberi nasihat, membimbing orang lain, dan berkomunikasi justru paling kuat. Tapi dia tidak pernah fokus mengasahnya.

Baru setelah bertemu Marie Kondo, dia tersadar—dia harus “membuang” sebagian besar dari semua itu. 

Bukan berarti tak berguna, tetapi karena bakat sejatinya ada pada kemampuan komunikasi. Menguasai terlalu banyak hal, seperti seorang prajurit yang membawa terlalu banyak senjata—berat tapi tak efektif.

Latihan Pertama: Buat Daftar “Hal yang Tidak Kamu Suka”

Untuk tahu apa yang kamu kuasai, coba mulai dari mencari tahu apa yang tidak cocok dengan dirimu.

Tulislah segala hal yang:

·        Bahkan sebelum mulai saja kamu sudah enggan melakukannya

·        Membuatmu bosan

·        Membuatmu merasa lelah secara mental

Contoh:

·        Menyesuaikan jadwal terlalu sering

·        Bekerja dengan orang yang tidak sefrekuensi

·        Harus tetap bekerja saat kurang tidur

·        Berada bersama orang yang membuatmu terus waspada

·        Mengecek detail kecil yang membuat stres

·        Bergosip di sela waktu kerja

·        Negosiasi harga yang tidak membuahkan hasil

·        Macet saat berangkat kerja

·        Menandatangani kontrak hanya demi angka

·        Mengenakan pakaian yang tidak nyaman

Setelah kamu tahu apa yang tidak cocok, kamu akan semakin dekat dengan hal-hal yang cocok.

Latihan Kedua: Amati Apa yang Kamu Lakukan di Waktu Luang

Langkah selanjutnya adalah mencari tahu aktivitas yang benar-benar menyenangkan dan menggambarkan dirimu.

Perhatikan:

·        Apa yang kamu lakukan di akhir pekan?

·        Aktivitas apa yang membuatmu lupa waktu?

·        Hal apa yang sulit, tapi tetap kamu usahakan?

·        Apa yang kamu lakukan tanpa diminta?

Bakat alami sering kali tidak terlihat dari apa yang kamu katakan, tapi dari apa yang kamu lakukan.

Contoh:  Ketika penulis masih bekerja di perusahaan rekrutmen, setiap akhir pekan dia:

·        Menggambar

·        Memberi konseling pada teman

·        Meneliti tentang audio system

·        Mengunjungi kafe, toko buku, dan pusat perbelanjaan

Bagaimana denganmu?

Apakah kamu belajar bahasa baru? Belajar merangkai bunga? Main gitar? Menyelami dunia wine?

Perhatikan:

·        Apa yang kamu lakukan selama 7 hari berturut-turut?

·        Di mana kamu rela menghabiskan waktu tanpa paksaan?

Di situlah tanda-tanda kuat dari koneksi antara aktivitas dan kepribadianmu.

Kalau Belum Menemukan Bakatmu? Ciptakan Saja.

Jika setelah mencoba kamu tetap belum menemukan sesuatu yang terasa “klik”—tak masalah. Kamu bisa menciptakan jalurnya sendiri.

Contohnya:

·        Mulai olahraga

·        Mencoba fotografi

·        Memasak

·        Membaca buku

Mulailah dari hal kecil dan gratis, misalnya webinar atau seminar offline. Coba beberapa topik yang menarik perhatianmu. Jika tidak cocok, tinggalkan. Jika terasa pas, lanjutkan.

Yang terpenting adalah: ikuti intuisi dan perasaanmu. Ini juga bagian dari latihan menemukan jati diri.

Latihan Reflektif: Catat Apa yang Kamu Lakukan di Hari Libur

Contoh aktivitas di hari bebas:

·        Membaca komik di ponsel

·        Membuat rencana satu tahun ke depan

·        Menonton video YouTube

·        Berkomunikasi lewat media sosial

·        Tidur siang

·        Bermain dengan anak

·        Membersihkan email

·        Menyeduh kopi sendiri

·        Mengecek ulang to-do list

·        Memasak kari

Amati dan catat aktivitas-aktivitas seperti ini selama dua minggu berturut-turut, dan kamu akan menemukan pola dan petunjuk menuju bakat dan kebahagiaanmu sendiri.

Penutup:

Kita tidak perlu menjadi semua hal untuk semua orang. Tapi kita harus jadi satu hal yang paling kita kuasai—versi terbaik dari diri sendiri.

Bakat bukanlah sesuatu yang harus selalu dicari keluar, tetapi sesuatu yang sering tersembunyi di dalam—menunggu untuk kita sadari.

Jadi berhentilah menyamakan langkah dengan orang lain, dan mulailah menyusuri jalur hidup yang dibuat untukmu. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine