Dikarenakan rotasi bumi yang secara misterius mengalami percepatan, tanggal 9 Juli 2025 menjadi hari terpendek sepanjang tahun ini. Total waktu dalam sehari berkurang 1,3 milidetik (0,0013 detik) dari panjang rata-rata hari. Para ilmuwan masih bingung soal penyebab pasti percepatan rotasi bumi ini.
EtIndonesia. Laporan dari Science Focus Magazine milik BBC yang dirilis pada 9 Juli, meskipun musim panas biasanya memiliki siang yang lebih panjang, namun pada hari itu panjang keseluruhan hari justru lebih pendek 1,3 milidetik dibandingkan rata-rata.
Secara umum, bumi membutuhkan waktu 24 jam atau 86.400 detik untuk berputar satu kali pada porosnya. Namun, kecepatan ini dapat mengalami fluktuasi kecil dari waktu ke waktu.
Untuk memantau perubahan ini, lembaga pengamat rotasi bumi, International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS), secara konsisten mengukur panjang hari dengan presisi tinggi.
Sejak tahun 2020, IERS menemukan bahwa rotasi bumi mulai mengalami percepatan, dan tren ini terus berlanjut secara stabil hingga kini.
Data dari IERS memprediksi bahwa hari-hari terpendek tahun ini akan jatuh pada 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus, yang mana kebetulan merupakan saat di mana bulan berada paling jauh dari garis khatulistiwa.
Bulan memiliki pengaruh terhadap rotasi bumi melalui fenomena pengereman pasang surut (tidal braking). Gravitasi bulan menyebabkan tonjolan pasang di bumi. Selain menghasilkan pasang laut, efek ini secara perlahan juga menguras energi rotasi bumi, menyebabkan rotasi bumi melambat sekitar 2 milidetik per abad.
Untuk menjaga ketepatan waktu jam-jam presisi tinggi, IERS kadang-kadang menambahkan detik kabisat (leap second). Detik kabisat terakhir ditambahkan pada 31 Desember 2016.
Meski sejumlah peristiwa besar, seperti gempa bumi dahsyat di Jepang pada tahun 2011 (magnitudo 9,0), diketahui mempercepat rotasi bumi dan mempersingkat satu hari hingga 1,8 mikrodetik, namun penyebab tren percepatan rotasi saat ini masih belum diketahui.
Menurut Daily Mail, data terbaru menunjukkan kecepatan rotasi bumi kini meningkat secara tidak normal, menyebabkan panjang hari pada 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus sedikit lebih pendek dari biasanya. Meski perbedaannya kecil, fenomena ini telah menarik perhatian besar dari kalangan ilmiah.
Hari tercepat yang tercatat hingga kini adalah 5 Juli 2024, ketika rotasi bumi selesai lebih cepat 1,66 milidetik dari 24 jam standar.
Sejak tahun 2020, bumi mulai memecahkan rekor hari terpendek:
- 19 Juli 2020, lebih pendek 1,47 milidetik,
- 9 Juli 2021, juga 1,47 milidetik lebih singkat,
- 30 Juni 2022, lebih pendek 1,59 milidetik,
- 26 Juli 2022, lebih pendek 1,5 milidetik.
Laporan menyebutkan bahwa walaupun penyebab pastinya masih misterius, para ilmuwan menduga bahwa beberapa faktor dapat berkontribusi terhadap percepatan ini, termasuk:
- Perubahan atmosfer,
- Pencairan gletser,
- Pergerakan inti bumi,
- Dan pelemahan medan magnet bumi.
(Hui/asr)


