Pada Rabu (9 Juli), Kongres Amerika Serikat menyebutkan tujuh universitas yang diminta untuk menghentikan kerja sama mereka dengan program beasiswa yang didanai oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT).
EtIndonesia. Komite Khusus Kongres AS untuk Melawan PKT mengumumkan bahwa mereka telah mengirim surat kepada tujuh universitas AS—termasuk Temple University, University of California, dan University of Tennessee—meminta agar mereka menghentikan kerja sama dengan program yang berkaitan dengan “China Scholarship Council” (CSC) atau Komisi Nasional Beasiswa untuk Studi ke Luar Negeri Tiongkok.
Dalam surat tersebut diungkapkan bahwa mahasiswa yang belajar melalui CSC wajib setiap tiga bulan melaporkan perkembangan studi mereka kepada kedutaan atau konsulat Tiongkok di AS, termasuk pekerjaan di laboratorium, hasil penelitian, serta publikasi ilmiah. Setelah menyelesaikan studi, mereka wajib kembali ke Tiongkok dan bekerja minimal dua tahun.
Selain itu, para mahasiswa tersebut juga diwajibkan mengikuti kegiatan pendidikan ideologis yang disebut “Studi Aman di Luar Negeri”, di mana mereka dicuci otak dengan ideologi Partai Komunis oleh pejabat Tiongkok.
Melalui kerja sama dengan universitas-universitas AS, CSC mengirim puluhan mahasiswa setiap tahun, bahkan dalam beberapa kasus, biaya kuliah dibagi bersama antara universitas AS dan pihak Tiongkok.
Kongres AS meminta tujuh universitas tersebut untuk menyerahkan dokumen kontrak kerja sama, data mahasiswa terkait, serta memberikan penjelasan mengapa mereka membantu PKT melatih tenaga ahli di bidang teknologi dan militer.
Pengamat independen dan blogger media independen, Tang Jingyuan, mengatakan: “(AS) baru saja menangkap mata-mata peretas dari PKT, dan imigrasi AS juga sedang menyelidiki dugaan penipuan visa oleh mahasiswa asal Tiongkok. Semua ini adalah bentuk serangan terhadap titik-titik vital. Kini, dengan Kongres mendorong setidaknya tujuh universitas AS untuk menghentikan kerja sama dengan CSC, artinya penanganan kini telah berkembang dari skala titik ke skala menyeluruh, dan akan terus berkembang dan meningkat.”
Berkat upaya Komite Khusus Kongres ini, Duke University dan Western Michigan University masing-masing pada Mei dan Juni lalu telah mengakhiri kerja sama mereka dengan sejumlah universitas di Tiongkok, demi melindungi teknologi dan keamanan nasional AS. (hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


