EtIndonesia. Pemerintah Filipina mengumumkan bahwa Presiden Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr akan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat pada 20 hingga 22 Juli, untuk membahas tarif perdagangan dengan Presiden AS Donald Trump, serta membicarakan situasi di Laut Tiongkok Selatan dan kerja sama keamanan kawasan.
“Masalah tarif adalah salah satu isu yang akan dibahas, bersama dengan isu-isu lainnya. Karena ini sangat penting bagi kami, satu bulan yang lalu kami sudah mengirim delegasi perunding,” kata Menteri Luar Negeri Filipina, Enrique Manalo.
Presiden AS Donald Trump pada Rabu secara resmi mengirim surat yang menyatakan bahwa mulai 1 Agustus, Amerika Serikat akan memberlakukan tarif sebesar 20% atas produk impor dari Filipina—angka ini adalah yang paling rendah di antara negara-negara anggota ASEAN. Pihak AS menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk menyeimbangkan defisit perdagangan.
Amerika Serikat merupakan salah satu pasar ekspor utama bagi Filipina. Pada tahun 2024, nilai perdagangan bilateral antara Filipina dan AS mencapai 23,5 miliar dolar AS. Ekspor Filipina ke AS tumbuh hampir 7%, dengan surplus perdagangan meningkat menjadi 4,9 miliar dolar AS.
Selain isu perdagangan, kedua presiden juga akan membahas situasi di Laut Tiongkok Selatan dan kerja sama keamanan regional.
Sebagai sekutu utama AS di kawasan Indo-Pasifik, Filipina memainkan peran penting dalam menghalangi ekspansi PKT. Baru-baru ini, Filipina juga telah menerima penempatan sistem rudal “Typhoon” dari AS guna memperkuat pertahanan bersama. (Hui/asr)
Laporan oleh wartawan Tang Li dan Yu Wei, NTDTV


