Gelar Upacara Pelucutan Senjata, Partai Pekerja Kurdistan (PKK) Umumkan Pembubaran

EtIndonesia. Kelompok bersenjata Kurdi, Partai Pekerja Kurdistan (PKK), menggelar upacara simbolis penghancuran senjata, menandai berakhirnya konfrontasi bersenjata selama puluhan tahun dengan otoritas Turki. Langkah ini juga merupakan pergeseran signifikan dari pemberontakan bersenjata menuju perjuangan politik demokratis.

Menurut laporan langsung dari wartawan AFP, upacara pelucutan senjata tersebut diadakan pada 11 Juli di sebuah gua dekat Sulaimaniyah, wilayah otonomi Kurdistan di Irak. Dalam acara itu, 30 pejuang PKK, termasuk 4 komandan, membakar senjata mereka—simbol bahwa PKK secara resmi menghentikan perjuangan bersenjata.

Ketua bersama Komite Eksekutif PKK, Besê Hozat, juga menyampaikan pidato dalam upacara tersebut, menekankan bahwa PKK akan berjuang untuk hak-hak minoritas Kurdi melalui jalur demokratis.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, pada 12 Juli menyatakan, “Negara kami menang. 86 juta warga negara menang. Kami tahu apa yang kami lakukan. Tidak perlu ada yang khawatir atau meragukannya. Segala yang kami lakukan adalah untuk Turki dan masa depan kami.”

PKK didirikan pada tahun 1978 oleh mahasiswa dari Universitas Ankara, dipimpin oleh Abdullah Öcalan. Tujuan utamanya adalah mewujudkan pembebasan bangsa Kurdi melalui perjuangan bersenjata. Sejak memulai aksi militer pada 1984, PKK telah melancarkan banyak serangan berdarah di wilayah Turki, yang menyebabkan lebih dari 40.000 orang tewas.

Pada Mei 2025, PKK mengumumkan pembubarannya dan menyatakan akan mengikuti seruan bersejarah dari Öcalan untuk mengejar hak-hak etnis Kurdi melalui jalur politik demokratis.

Abdullah Öcalan, sejak 1999, menjalani hukuman penjara seumur hidup di Pulau Penjara İmralı, Istanbul. Pada Februari tahun ini, ia mengirimkan surat terbuka yang menyerukan agar PKK membuat keputusan historis tersebut.

Juru bicara politik PKK, Zagros Hiwa, mengatakan kepada AFP pada  Mei, “Kami berharap pihak Turki memperbaiki kondisi isolasi tunggal (Öcalan), agar ia bisa memiliki kondisi kerja yang bebas dan aman. Hanya dengan begitu, ia bisa memimpin proses ini.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine