286.000 Imigran Ilegal Ditangkap, Pemerintah AS Rencanakan Duplikasi “Pulau Iblis Buaya”

Sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjabat di Gedung Putih, lebih dari 286.000 imigran ilegal telah ditangkap. Sebagai tanggapan, pemerintah federal Amerika Serikat berencana menduplikasi pusat penahanan imigran “Pulau Iblis Buaya” di Florida, guna mempertahankan kelancaran sistem penegakan hukum.

EtIndonesia. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, pada  Sabtu (12 Juli), berbicara di hadapan wartawan di belakang meja yang dipenuhi barang bukti senjata dan narkoba. Ia menyatakan bahwa dari 286.000 imigran ilegal yang ditangkap oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), 70% di antaranya memiliki catatan hukum—baik sebagai tersangka, terpidana, maupun yang tengah menunggu proses peradilan. Di antaranya termasuk 600 tersangka teroris dan lebih dari 2.700 anggota geng Aragua Train.

 “Petugas pemberani dari DHS dalam dua minggu terakhir berhasil menyita 25 kilogram kokain dan beberapa senjata api di Florida. Berkat keberanian para agen dari Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) serta investigasi keamanan dalam negeri, narkoba tersebut tidak sampai meracuni komunitas kita, dan senjata-senjata ini tidak digunakan untuk melukai warga sipil yang tak bersalah,” kata Kristi Noem.

Saat ini, pemerintah federal sedang merancang pembangunan pusat penahanan imigran baru yang serupa dengan “Pulau Iblis Buaya” di Florida.

Pusat penahanan “Pulau Iblis Buaya” dapat menampung hingga 5.000 orang dan terletak di daerah rawa sekitar 60 kilometer di luar kota Miami, Florida. Daerah ini dikenal berbahaya karena dihuni buaya dan ular piton. 

Menteri Noem menyatakan bahwa pusat tersebut merupakan “sumber daya yang sangat baik” untuk menahan imigran ilegal, dengan fasilitas yang memenuhi atau bahkan melampaui standar federal, dan dikelola oleh pemerintah negara bagian Florida atas nama federal.

Kristi Noem:  “Saat ini saya sedang berdiskusi dengan lima gubernur negara bagian lainnya mengenai kemungkinan pendirian fasilitas penahanan serupa di negara bagian mereka.”

Ia juga menegaskan: “Kita semua tahu bahwa jumlah tempat tidur di pusat penahanan harus dilipatgandakan, karena kita harus memulangkan para imigran ilegal sesegera mungkin, dan tetap menjaga keberlangsungan sistem penegakan hukum.” (Hui/asr)

Laporan oleh jurnalis NTD, Zhang Qin.

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine