Menolak Eutanasia! Tren Panti Jompo untuk Anjing Peliharan di Jepang, Saat Hewan Peliharaan Mulai Menua

EtIndonesia. Ketika hewan peliharaan yang selama ini menemani kita mulai menua atau jatuh sakit, merawat mereka menjadi hal yang sangat membutuhkan kesabaran dan waktu. Seiring kemajuan dunia medis, bukan hanya manusia yang mengalami perpanjangan usia—hewan peliharaan pun kini hidup lebih lama.

Namun ketika hewan-hewan kesayangan ini mulai sulit berjalan, menderita penyakit kronis, dan pemiliknya tidak memiliki waktu untuk merawatnya, muncul pertanyaan: apa yang harus dilakukan? Di Jepang, jawabannya adalah: panti jompo untuk hewan peliharaan.

Jepang: Lebih Banyak Hewan Peliharaan daripada Anak-anak

Di Jepang, jumlah hewan peliharaan yang terdaftar resmi bahkan melampaui jumlah anak-anak usia di bawah 15 tahun, dengan angka mencapai sekitar 20 juta ekor. Seiring menuanya populasi manusia Jepang, hewan-hewan peliharaan mereka pun ikut menua.

Dulu, saat anjing atau kucing kesayangan jatuh sakit atau sudah terlalu tua untuk beraktivitas, banyak pemilik yang memilih eutanasia (suntik mati) sebagai solusi terakhir.

Namun kini, semakin banyak orang memilih untuk tetap merawat hewan mereka hingga akhir hayatnya—meski itu berarti harus mengeluarkan biaya tambahan.

Nene, si Anjing Tua yang Masih Disayang

Salah satu contohnya adalah Nene, seekor anjing ras Shiba Inu yang kini berusia 17 tahun—jika disetarakan dengan manusia, usianya sekitar 84 tahun.

Nene sudah tidak bisa berjalan sendiri. Namun sang pemilik, Akiko Hoshino, tetap membawanya berjalan-jalan di jalanan Tokyo sambil menggendongnya. Seorang teman akan membantu membersihkan air liur Nene saat mereka berjalan.

Akiko Hoshino, sang pemilik, dengan penuh kasih berkata: “Kamu tidak bisa begitu saja mengatakan bahwa hidup seekor anjing—atau hewan mana pun—sudah berakhir hanya karena mereka sudah tua.”

Menolak Eutanasia, Memilih Cinta

Alih-alih menyerah pada eutanasia, Akiko memilih solusi yang penuh kasih: menitipkan Nene di panti jompo khusus anjing, sambil tetap memberikan waktu dan perhatian penuh kepadanya.

Meski tubuh Nene sudah lemah, dia masih bisa merasakan kasih sayang mendalam dari pemiliknya.

“Beberapa orang memilih untuk meng-eutanasia anjing mereka. Saya sama sekali tidak setuju dengan itu. Karena itulah saya terus mencari solusi yang lebih baik,” kata Akiko.

“Roken Honpo” — Panti Jompo Khusus Anjing

Nene kini tinggal di Roken Honpo, sebuah panti jompo yang dikhususkan untuk anjing lansia. Anjing-anjing yang tinggal di sini rata-rata berusia 10 tahun ke atas.

Di tempat ini, tersedia tim perawat profesional, perawatan medis terjadwal, dan dokter hewan yang rutin memeriksa kesehatan para anjing. Panti ini menetapkan biaya bulanan berdasarkan ukuran tubuh anjing. Untuk anjing ukuran sedang, biayanya sekitar 75.000 yen per bulan (sekitar Rp 7,5 juta).

Pendiri Panti: “Kasih Sayang Tak Hanya untuk Manusia”

Pendiri Roken Honpo, Mie Kawaguchi, mengatakan bahwa banyak pemilik hewan peliharaan—seperti Akiko—rela melakukan apa pun demi tidak harus mengakhiri hidup anjing mereka secara paksa.

Dia percaya bahwa perhatian dan kasih sayang terhadap hewan lansia adalah bentuk penghargaan terhadap kehidupan, dan dari sanalah dia tergerak untuk mendirikan panti ini.

Menurut Kawaguchi, bisnis ini bukan hanya menguntungkan bagi manusia, tapi juga membawa manfaat nyata bagi hewan-hewan yang setia menemani hidup kita hingga akhir usia mereka.

Penutup: Karena Mereka Juga Keluarga

Kisah Nene dan panti jompo anjing di Jepang menggambarkan satu pesan penting: Hewan peliharaan bukan sekadar binatang—mereka adalah keluarga.

Saat mereka menua, yang mereka butuhkan bukanlah akhir yang cepat, tetapi cinta, waktu, dan martabat di hari-hari terakhir mereka.

Jika kita tak ingin ditinggalkan di masa tua,  jangan tinggalkan mereka saat mereka tua. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine