Yang Melelahkan Seseorang Bukanlah Gunung di Kejauhan, Tapi Butiran Pasir di Dalam Sepatu

EtIndonesia. Saya pernah menonton sebuah cerita dalam sebuah seminar motivasi.

01. Cerita dari Sebuah Gelas Air

Seorang profesor dari Universitas Harvard mengangkat segelas air dan bertanya kepada para peserta: “Coba tebak, seberapa berat gelas ini?”

Berbagai jawaban bermunculan: “50 gram”, “100 gram”, “125 gram”…

Profesor tersenyum dan berkata: “Saya juga tidak tahu berapa berat pastinya. Tapi satu hal yang pasti: mengangkatnya selama beberapa detik, tangan saya tidak akan merasa lelah.”

Kemudian dia melanjutkan: “Pertanyaannya sekarang, kalau saya memegangnya seperti ini selama beberapa menit, apa yang akan terjadi?”

“Sepertinya tidak akan terjadi apa-apa,” jawab para peserta.

“Lalu bagaimana jika saya memegangnya selama satu jam?”

“Saya rasa lengan Anda akan mulai pegal,” jawab salah satu peserta.

“Tepat sekali,” kata sang profesor. “Sekarang, kalau saya terus memegangnya sepanjang hari, apa yang akan terjadi?”

“Lengan Anda akan mati rasa, ototnya bisa saja kejang, bahkan mungkin Anda harus ke rumah sakit,” jawab peserta lain sambil tertawa.

Profesor lalu bertanya lagi: “Selama saya memegang gelas ini, apakah berat gelasnya berubah?”

“Tidak.”

“Lalu mengapa lengan saya bisa terasa pegal? Kenapa otot bisa kejang?”

Setelah diam sejenak, sang profesor menyimpulkan: “Jika saya tidak ingin lengan saya pegal dan otot saya kejang, apa yang harus saya lakukan?”

Seorang peserta menjawab:”Gampang, letakkan saja gelas itu.”

“Tepat sekali,” kata sang profesor.  “Begitulah kehidupan. Terkadang rasa sakit, kekhawatiran, dan tekanan hidup kita, tak ubahnya seperti gelas ini. Jika kamu memikirkannya sebentar, tidak masalah. Tapi jika kamu terus memikirkannya sepanjang waktu, kamu akan kelelahan. Kalau kamu tidak tahu cara meletakkannya, maka itu bisa menghancurkanmu perlahan-lahan.”

02. Bukan Masalahnya, Tapi Cara Kita Menyikapinya

Entah kamu pernah menjumpai orang seperti ini atau tidak — orang-orang yang selalu murung, merasa seperti dunia menindasnya setiap hari.

Padahal, kalau ditelusuri lebih dalam, hal-hal yang membuat mereka gelisah, sakit hati, atau frustrasi bukanlah tragedi besar. Justru, sering kali hanyalah perkara sepele — hal-hal kecil yang tak seharusnya terlalu dibesar-besarkan.

Ada satu ungkapan bijak:“Dalam hidup ini, selain kelahiran dan kematian, tak ada yang benar-benar besar.”

Banyak orang mengerti makna kalimat ini, tapi tak banyak yang benar-benar bisa menjalankannya.

Kenapa kita sering terjebak dalam satu orang, satu masalah, satu situasi? Karena kita masih kekurangan satu hal penting: kebijaksanaan.

Setiap orang dewasa, dalam hidupnya pasti akan menemui berbagai macam ketidaknyamanan – Dari hal besar seperti masalah kesehatan, pekerjaan anak, atau kondisi orangtua; hingga hal remeh seperti harga sayur, urusan dapur, dan tagihan bulanan.

Yang membuat seseorang runtuh bukanlah hasil buruk yang tak bisa dihindari, melainkan karena mereka tak bisa melepaskan diri dari emosi negatif yang terus dipelihara.

Orang yang optimis bukan berarti tak pernah mengalami kepahitan hidup. Tapi meskipun hidup sedang tidak berpihak, mereka tahu bagaimana bersikap:

  • Apa yang bisa ditanggung, mereka tanggung.
    –  Apa yang bisa ditoleransi, mereka sabar.
    – Yang tak bisa diubah, mereka lepaskan.
    – Dan bila masih ada celah, mereka akan terus berusaha.

Namun, cara berpikir seperti ini tidak bisa dimiliki dalam semalam. Dia tumbuh dari pengalaman panjang, dari membaca banyak buku, dari menjelajahi dunia, dan dari melihat berbagai karakter manusia.

Dari sana, seseorang akan perlahan tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak, lebih tenang, dan lebih utuh.

Seperti yang pernah dikatakan Voltaire: “Yang melelahkan bukanlah gunung di kejauhan, melainkan butiran pasir di dalam sepatu.”

Biasanya, orang yang bisa marah hanya karena kehilangan uang receh; yang bisa bad mood hanya karena salah turun satu stasiun;  yang merasa sial hanya karena lidahnya tergigit saat makan —  bukan benar-benar karena hal itu penting, tapi karena mereka terlalu emosional, berlalu mudah memperumit masalah kecil.

03. Belajar Melepaskan Adalah Kunci Kedewasaan

Dalam hidup, kita pasti akan dihadapkan pada banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginan.

Namun justru pengalaman-pengalaman itulah yang mengajarkan kita bagaimana menjadi lebih bijak, lebih matang, dan lebih kuat.

Hal-hal yang telah berlalu tidak bisa diubah, masa depan belum bisa dipastikan, yang bisa kita lakukan hanyalah — hidup di saat ini.

Jika kamu benar-benar memahami ini, kamu akan menyadari bahwa:

  • Tidak ada orang yang tak bisa dilupakan,
    –  Tidak ada masalah yang tak bisa dilewati.
    – Jika sudah berlalu, maka biarkan berlalu.
    – Jika sudah salah, maka akui dan belajar.
    – Peganglah saat ini, karena kini adalah kekekalan.

Belajar melepaskan berarti kita tidak terus menerus menyesali masa lalu, dan juga tidak ketakutan akan masa depan.

Belajar melepaskan berarti memaafkan orang lain, sekaligus berdamai dengan diri sendiri.

Belajar melepaskan juga berarti berani menerima kenyataan, dan mulai lagi dari awal — dengan keberanian baru.

Terkadang, saat kita memilih untuk tidak mempermasalahkan sesuatu, bukan karena kita tidak peduli, tapi karena kita tahu: jalan di depan masih panjang.

Kalau kita terlalu lama terjebak di rawa-rawa perasaan, lama-lama kita akan tenggelam dan tidak bisa keluar.

Hidup ini terlalu berharga untuk dihabiskan dalam perang batin dengan diri sendiri. Kita hidup untuk menemui orang-orang yang layak dicintai, mengerjakan hal-hal yang layak diperjuangkan, menyaksikan pemandangan yang indah — bukan untuk terjebak dalam semak berduri dan berkelahi dengan bayangan kita sendiri.

Hidup ini, jangan terlalu banyak menuntut. Jika hati damai, pikiran tenang, tahu bersyukur, dan tahu kapan harus melepaskan—  Maka itu sudah cukup untuk bahagia. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine