Jumlah Penduduk Tiongkok Anjlok, 26 Ribu Taman Kanak-Kanak Diperkirakan Akan Ditutup Tahun Ini

Dikarenakan jumlah kelahiran di Tiongkok merosot tajam, gelombang penutupan taman kanak-kanak pun melanda seluruh negeri. Media daratan Tiongkok melaporkan bahwa diperkirakan sekitar 26.000 taman kanak-kanak akan ditutup lagi tahun ini.

EtIndonesia. Laporan majalah Caijing menyebutkan para ahli memperkirakan bahwa tahun ini mungkin akan ada sekitar 26.000 taman kanak-kanak yang tutup. Bahkan, dalam beberapa tahun ke depan, rata-rata akan ada sekitar 15.000 taman kanak-kanak yang ditutup setiap tahunnya.

Cendekiawan perantauan di Australia, Li Yuanhua, mengatakan, “Penurunan besar-besaran jumlah taman kanak-kanak selama bertahun-tahun ini disebabkan oleh anjloknya tingkat kelahiran di Tiongkok secara drastis, yang mengakibatkan pertumbuhan penduduk negatif, dan akhirnya taman kanak-kanak pun tidak memiliki murid lagi.”

Sejak tahun 2022, Tiongkok mulai mengalami pertumbuhan penduduk negatif, yaitu tingkat kelahiran lebih rendah daripada tingkat kematian.

“Saat ini kapasitas sistem pendidikan masih berdasarkan pada tingkat kelahiran dan jumlah penduduk pada masa lalu. Sekarang, karena tingkat kelahiran tiba-tiba turun, seluruh fasilitas pendidikan yang ada menjadi sulit dipertahankan, dan ini akan memunculkan masalah yang cukup besar. Penutupan taman kanak-kanak, sekolah dasar, menengah, hingga perguruan tinggi bahkan dampaknya setelah lulus, semuanya akan menimbulkan reaksi berantai di masyarakat,” jelas Li Yuanhua. 

Pada 18 Juni, sebuah media daratan menerbitkan artikel berjudul “Setiap Jam Dua Taman Kanak-Kanak Menghilang di Tiongkok”, menyebutkan bahwa “gelombang penutupan taman kanak-kanak” sedang melanda seluruh negeri. Dari tahun 2020 hingga 2024, jumlah anak di taman kanak-kanak menurun lebih dari 12,34 juta.

Menurut data dari Kementerian Pendidikan Tiongkok, tahun lalu jumlah taman kanak-kanak berkurang sebanyak 21.100.

“Fenomena ini pada dasarnya disebabkan oleh keruntuhan menyeluruh masyarakat. Saat ini para pemuda tidak ingin punya anak, bahkan enggan menikah. Banyak mahasiswa dan bahkan lulusan pascasarjana yang bekerja sebagai pengantar makanan. Jadi, secara alami mereka tidak ingin memiliki anak. Maka, jumlah anak di taman kanak-kanak semakin sedikit,” kata aktivis gerakan demokrasi Tiongkok, Jiang Fuzhen. (Hui/asr)

Laporan oleh reporter Li Yun dan Qiu Yue dari NTDTV.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine