Rudal Patriot Sedang Dikirim ke Ukraina, Kabar Menyebutkan Putin Berniat Ekspansi dan Tak Ingin Gencatan Senjata

Pada Rabu (16 Juli) dini hari, Rusia kembali meluncurkan ratusan drone untuk menyerang Ukraina. Di saat yang sama, dengan koordinasi NATO, gelombang pertama sistem rudal Patriot sedang dikirim ke Ukraina. 

Presiden Trump baru-baru ini kembali menyatakan bahwa menghentikan pertumpahan darah dan mengakhiri perang adalah tujuannya. Namun, mengecewakan, menurut sumber, Presiden Rusia Vladimir Putin tidak berniat menghentikan perang.

EtIndonesia. Api besar berkobar hebat, asap tebal membumbung dari dalam bangunan, sementara para pemadam kebakaran berusaha keras memadamkan api. Pada Rabu dini hari, kota Vinnytsia di Ukraina tengah diserang oleh militer Rusia. Kota lain yang juga diserang termasuk Kharkiv di Ukraina timur, serta kampung halaman Presiden Zelensky, Kryvyi Rih. Setidaknya 15 orang terluka akibat serangan ini.

Militer Ukraina melaporkan bahwa dalam gelombang serangan besar-besaran ini, Rusia meluncurkan sekitar 400 drone dan 1 rudal balistik, dengan target utama infrastruktur energi, namun banyak rumah warga di sekitar juga terkena dampaknya.

Presiden Zelenskyy menulis bahwa Rusia belum mengubah strateginya. Untuk secara efektif melawan tindakan teror ini, Ukraina membutuhkan peningkatan sistem pertahanan secara menyeluruh: lebih banyak sistem pertahanan udara, lebih banyak peluru pencegat, serta tekad yang lebih kuat.

Fakta telah membuktikan bahwa sistem pertahanan udara Patriot yang mahal terbukti efektif dalam menghancurkan rudal yang mengarah ke Ukraina. 

Kini, Presiden AS Donald Trump telah menemukan cara untuk memperkuat persenjataan Ukraina, yaitu dengan meminta negara-negara sekutu Eropa menyumbangkan senjata mereka kepada Ukraina, lalu membeli penggantinya dari Amerika Serikat.

Trump menyatakan bahwa senjata tersebut sedang dalam perjalanan ke Ukraina.

Wartawan: “Apakah sistem rudal Patriot gelombang pertama, dan senjata dari sekutu kita, sudah dikirim…?”

Presiden Trump: “Mereka sudah dikirim.”

Wartawan: “Dikirim dari negara mana?”

Trump: “Dikirim dari Jerman, lalu digantikan oleh Jerman.”

Seorang pejabat NATO menyebutkan bahwa delegasi NATO di Jerman akan bertanggung jawab atas koordinasi bantuan militer dari Barat ke Kyiv. Namun masalah utamanya adalah: siapa yang bersedia menyumbangkan sistem Patriot, dan kapan akan dikirim?

Pejabat tersebut menyebutkan bahwa saat ini Jerman, Norwegia, Denmark, Belanda, Swedia, Inggris, Kanada, dan Finlandia telah menyatakan dukungan mereka terhadap program pengadaan senjata ini. Namun, Prancis dan Italia dilaporkan menolak untuk bergabung.

Adapun hubungan antara Trump dan Presiden Rusia Putin tampaknya memburuk secara drastis. 

Baru-baru ini Trump tidak hanya beberapa kali secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap Putin, tetapi juga mengancam akan menjatuhkan sanksi berat terhadap Moskow jika dalam 50 hari tidak tercapai perjanjian damai. Namun, Trump juga mengatakan bahwa dia belum menyerah.

Trump: “Saya belum menyerah pada dia (Putin), tetapi saya sangat kecewa padanya.”

Trump: “Saya ingin menghentikan pertumpahan darah akibat perang Rusia-Ukraina. Itulah sikap saya.”

Namun demikian, Reuters mengutip sumber dari Kremlin yang mengatakan bahwa Putin tidak menganggap ancaman sanksi Trump sebagai hal yang serius. Ia berencana untuk melanjutkan operasi militer di Ukraina sampai ia mendapatkan apa yang diinginkannya.

Sumber itu mengatakan bahwa meskipun Putin menghargai hubungannya dengan Trump, ia tetap menempatkan kepentingan nasional Rusia di atas segalanya.

Berdasarkan data terbaru, dalam tiga bulan terakhir, militer Rusia telah maju sejauh sekitar 1.415 kilometer persegi, dan kini wilayah yang dikuasai Rusia mencakup seperlima dari seluruh wilayah Ukraina. (Hui/asr)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine