EtIndonesia. Presiden Donald Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy sedang mempertimbangkan kesepakatan yang melibatkan Washington untuk membeli drone Ukraina yang telah teruji di medan perang dengan imbalan Kyiv membeli senjata dari AS, ujar Zelenskyy dalam sebuah wawancara dengan New York Post.
Zelenskyy mengatakan pembicaraan terbarunya dengan Trump berfokus pada kesepakatan yang akan membantu masing-masing negara meningkatkan teknologi udaranya.
Drone Ukraina telah mampu menyerang target hingga kedalaman1.300 km ke wilayah Rusia.
“Rakyat Amerika membutuhkan teknologi ini, dan Anda harus memilikinya di gudang senjata Anda,” kata Zelenskyy kepada New York Post dalam wawancara yang dilakukan pada hari Rabu (16/7).
Pemimpin Ukraina tersebut mengatakan drone adalah alat utama yang memungkinkan negaranya melawan invasi Rusia selama lebih dari tiga tahun.
“Kami siap berbagi pengalaman ini dengan Amerika dan mitra Eropa lainnya,” ujarnya. Ukraina juga sedang berunding dengan Denmark, Norwegia, dan Jerman, ujarnya.
Pada hari Kamis, Zelenskyy mengumumkan perjanjian-perjanjian mendatang yang belum ditentukan dengan Amerika Serikat, yang menurutnya akan memperkuat negaranya, saat dia hadir di parlemen untuk mengajukan pemerintahan barunya.
Permintaan anggaran pertahanan dan keamanan nasional AS tahun depan akan meningkatkan anggaran untuk drone kecil – sebagian karena pelajaran yang dipetik selama perang Rusia di Ukraina, di mana pesawat nirawak telah terbukti menjadi bagian integral dari pertempuran berbiaya rendah, namun sangat efektif.(yn)


