PKT Abaikan Peringatan Trump dan Tingkatkan Dukungan ke Rusia, Pakar: AS-Eropa Akan Bersatu Lawan PKT

Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja mengumumkan pada  Senin (14/7)  bahwa Amerika Serikat akan memberlakukan tarif sekunder 100% terhadap negara-negara yang membeli minyak Rusia. Namun keesokan harinya, pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) menyatakan bahwa Beijing akan meningkatkan dukungan terhadap Moskow.

Para ahli menilai bahwa langkah PKT ini akan mengubah lanskap geopolitik global, serta mendorong Amerika Serikat, Eropa, dan lebih banyak negara lainnya untuk bersatu melawan PKT.

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa jika Rusia tidak mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina dalam waktu 50 hari, maka Amerika akan memberlakukan tarif 100% terhadap barang-barang Rusia. 

Selain itu, mayoritas senator federal juga telah menyetujui untuk memberikan wewenang kepada Trump untuk mengenakan tarif hingga 500% terhadap semua negara yang membantu Rusia, sebagai bentuk sanksi sekunder.

Pada Selasa, pemimpin tertinggi PKT Xi Jinping bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan kembali menegaskan kemitraan strategis komprehensif antara Tiongkok dan Rusia. Ia juga berjanji akan meningkatkan dukungan di organisasi-organisasi internasional seperti PBB.

Para pakar melihat bahwa dukungan PKT terhadap Rusia adalah sesuatu yang tak terhindarkan, namun konsekuensinya adalah hancurnya hubungan Tiongkok dengan Eropa.

 “Dari sudut pandang untuk menghindari isolasi diplomatik, pertimbangan geopolitik, serta fakta bahwa Tiongkok adalah pihak yang paling diuntungkan dari perang Rusia-Ukraina, maka dukungannya terhadap Rusia memang tidak terelakkan,” ujar Dr. Chung Chih-tung dari Institute for National Defense and Security Research Taiwan. 

Komentator politik yang berbasis di AS, Lan Shu, mengatakan:  “Perang ini telah mencapai titik di mana Beijing tidak mampu kehilangan Rusia sebagai sekutu. Jika mereka kehilangan Rusia, sementara Iran juga sudah mulai goyah, maka praktis Beijing akan kehilangan semua sekutu utamanya di dunia.”

Dr. Chung melanjutkan:  “Semakin besar dukungan PKT terhadap Rusia, maka hubungan PKT dengan Eropa dan NATO akan benar-benar rusak total. Dan kerusakan ini akan mendorong Eropa mengambil sikap yang jauh lebih keras terhadap PKT.”

Beberapa pakar juga menyatakan bahwa memburuknya hubungan AS dengan Rusia dan Tiongkok akan memperkuat hubungan AS-Eropa, dan mendorong mereka bersatu melawan PKT.

Dr. Chung mengatakan:  “Tentu saja, memburuknya hubungan antara Trump dan Rusia akan memperbaiki hubungan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.”

“Dan ketika Trump mulai menjatuhkan sanksi sekunder terhadap PKT akibat perang Rusia-Ukraina, itu tentu akan memperburuk hubungan AS-PKT . Akibatnya, NATO yang terdiri dari AS dan negara-negara utama Eropa, akan memperluas pengaruhnya ke kawasan Indo-Pasifik, dan meningkatkan aktivitasnya di sana untuk menghalangi PKT,” tambahnya. (Hui/asr)

Laporan oleh reporter New Tang Dynasty, Zhang Qin dan kontributor khusus Chang Chun

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine