EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump mengatakan pada hari Jumat (18/7) bahwa 10 sandera Israel akan dibebaskan “segera” dari Gaza.
Pernyataan itu muncul di tengah desakan untuk gencatan senjata 60 hari antara Israel dan Hamas di tengah perang yang sedang berlangsung.
“Kami telah memulangkan sebagian besar sandera. Kami akan segera membebaskan 10 sandera lagi, dan kami berharap ini dapat diselesaikan dengan cepat,” kata presiden Amerika tersebut saat makan malam dengan para senator Republik.
Dia juga memuji utusan Timur Tengahnya, Steve Witkoff, sebagai “luar biasa”.
Proposal gencatan senjata yang baru mendorong pembebasan 10 sandera dan jenazah 18 sandera lainnya dengan imbalan sejumlah warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel, yang tidak disebutkan jumlahnya.
Sementara itu, pada hari yang sama, dilaporkan bahwa direktur Mossad mengunjungi AS minggu ini dengan harapan Trump akan mendukung tawaran Israel untuk meminta negara lain menerima ratusan ribu warga Palestina yang masih tinggal di Gaza.
Kepala Mossad, David Barnea, mengatakan kepada Witkoff bahwa Israel telah membahas relokasi warga Palestina ke Etiopia, Indonesia, dan Libya.
Sebelumnya pada 1 Juli, Presiden AS telah mengunggah di platform media sosialnya, Truth Social, bahwa Israel telah menyetujui “persyaratan yang diperlukan” untuk menyelesaikan gencatan senjata 60 hari di Gaza.
Pekan lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengunjungi Gedung Putih dan memberikan Trump salinan surat yang telah ia kirimkan kepada komite Nobel yang mencalonkan presiden untuk Hadiah Nobel Perdamaian. (yn)


