Darah Warga Sipil Tumpah di Ukraina Timur! Serangan Udara Rusia Picu Kemarahan Internasional

  • Pada Rabu (16 Juli), Rusia melancarkan serangan udara ke kota Dobropillia, Ukraina. Sebuah bom menghantam langsung pusat perbelanjaan, menewaskan sedikitnya 4 orang dan melukai 27 lainnya. 
  • Gelombang kejut dari ledakan itu merusak bangunan-bangunan di sekitarnya. 
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam keras aksi militer Rusia sebagai tindakan pembantaian yang sama sekali tidak memiliki logika militer. 
  • Pada hari yang sama, Inggris dan Jerman menandatangani perjanjian pertahanan bilateral untuk memperkuat dukungan terhadap Ukraina.

EtIndonesia. Puing-puing ledakan berserakan di seluruh permukaan jalan. Para petugas penyelamat bergegas mengangkat para korban luka ke dalam ambulans. Rabu sore, sebuah bom FAB-500 buatan Rusia menghantam pusat perbelanjaan di kota kecil Dobropillia, Ukraina timur, menewaskan setidaknya 4 orang dan melukai 27 lainnya. 

Ledakan besar tersebut menyebabkan puluhan bangunan di sekitarnya mengalami berbagai tingkat kerusakan.

 “Ini adalah serangan udara dengan daya ledak yang sangat besar. Lantai dua ambruk dan menimpa lantai dasar,” ujar Kepala Kepolisian Nasional wilayah Donetsk, Osypenko. 

Dobropillia terletak di barat laut kota strategis Pokrovsk. Daerah ini merupakan titik penting yang selama berbulan-bulan menjadi sasaran upaya perlahan Rusia untuk bergerak ke arah barat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan dengan marah bahwa Ukraina akan memberikan respons atas serangan tersebut.

Zelenskyy berkata:  “Ini adalah aksi teror Rusia yang mengerikan dan bodoh. Serangan mereka tidak punya logika militer, hanya bertujuan untuk merenggut nyawa sebanyak mungkin. Kami akan memberikan respons.”

Sebelumnya, beberapa media melaporkan bahwa mantan Presiden AS Donald Trump pernah secara pribadi mendorong Zelenskyy untuk menyerang Moskow. Namun, Trump belakangan membantah laporan tersebut.

Wartawan bertanya: “Haruskah Zelenskyy mengambil tindakan yang lebih keras?”
Trump menjawab: “Tarif dan sanksi terhadap Rusia akan terus diberlakukan.”

Wartawan bertanya lagi: “Haruskah Zelenskyy menargetkan Moskow atau menyerang Rusia lebih dalam?”
Trump menjawab: “Tidak, dia tidak seharusnya menjadikan Moskow sebagai target.”

Zelenskyy berharap dapat segera meningkatkan proporsi senjata buatan dalam negeri dari 40% menjadi 50%. Di saat yang sama, ia terus mendorong kerja sama produksi militer bersama dengan sekutu Barat, khususnya di bidang produksi drone dan pembangunan sistem pertahanan udara.

Pada Kamis (17 Juli), Inggris dan Jerman menandatangani perjanjian bilateral bersejarah, dengan komitmen memperdalam hubungan pertahanan, termasuk pengembangan bersama senjata serang jarak jauh. Kanselir Jerman Merz menekankan pentingnya dukungan pertahanan udara dan kekuatan serangan jarak jauh bagi Ukraina.

Merz berkata:  “Ukraina akan segera menerima dukungan tambahan besar dalam bidang ini, termasuk melalui kemitraan industri yang kami bangun bersama Ukraina.”

Saat ini, Amerika Serikat berkomitmen untuk menyediakan senjata canggih bagi Ukraina, sementara pendanaan ditanggung oleh mitra Eropa. Kanselir Merz menyatakan bahwa Jerman berharap dapat memberikan kontribusi penting dalam hal ini. (Hui/asr)

Laporan oleh Yi Jing, New Tang Dynasty Television

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine