Baru-baru ini, para ilmuwan mengungkapkan penemuan mengejutkan: dari dalam bumi terdengar ritme misterius seperti “detak jantung”, dan denyutan dari kedalaman inti bumi ini secara perlahan sedang membelah benua Afrika. Di masa depan, hal ini bahkan dapat melahirkan lautan baru di wilayah Afrika Timur. Apa sebenarnya yang sedang terjadi?
EtIndonesia. Pada 25 Juni, jurnal ilmiah Nature Geoscience menerbitkan hasil penelitian penting yang menunjukkan bahwa di wilayah Afar, Afrika Timur, telah muncul sebuah retakan raksasa yang perlahan-lahan terus membelah. Penyebab di balik fenomena ini bukan sekadar pergerakan kerak bumi, melainkan denyutan ritmis magma panas dari dalam mantel bumi, seperti detak jantung.
Retakan ini membentang dari timur laut menuju selatan. Fenomena ini terjadi bukan hanya karena pergeseran lempeng biasa, tetapi karena bagian dalam bumi (mantel), yakni zona batuan panas di bawah permukaan, secara teratur “berdetak” dan mendorong magma panas ke atas, menyebabkan permukaan tanah terdorong naik dan lempeng tektonik makin menjauh satu sama lain.
Wilayah Afar merupakan titik pertemuan dari tiga lembah retakan besar di daratan, yaitu:
- Lembah Retakan Ethiopia,
- Lembah Retakan Laut Merah, dan
- Lembah Retakan Teluk Aden.
Daerah ini terkenal dengan aktivitas vulkanik yang tinggi dan magma bawah tanah yang sangat aktif.
Tim peneliti mengumpulkan lebih dari 130 sampel batuan vulkanik, dan menggabungkannya dengan data geofisika untuk membuat model beresolusi tinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa mantel bumi ternyata tidak stabil, seperti yang sebelumnya diyakini. Sebaliknya, ia berdenyut seperti jantung, mengalirkan panas ke atas secara bergelombang, bahkan membawa “pola kimia” tertentu—yang menunjukkan bahwa sumber magma itu terfokus dan memiliki pola yang konsisten.
Para ilmuwan memperkirakan bahwa retakan ini akan terus bertambah setiap tahun sekitar 5 hingga 16 milimeter. Dalam waktu jutaan tahun ke depan, benua Afrika kemungkinan besar akan terbelah menjadi dua, dan lautan baru akan terbentuk di antaranya.
Di masa depan, Afrika mungkin akan terbagi menjadi dua bagian besar:
- Afrika Barat, yang mencakup negara-negara seperti Aljazair, Nigeria, dan Ghana, dan
- Afrika Timur, yang terdiri dari Kenya, Tanzania, Mozambik, dan Ethiopia, serta lainnya.
Penemuan ini bukan hanya memperdalam pemahaman kita tentang aktivitas geologis seperti gempa dan letusan gunung berapi, tetapi juga membuka sudut pandang baru terhadap evolusi benua di masa depan. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


