Surabaya, 18 Juli 2025 – Bank Indonesia (BI) Jawa Timur terus mendorong inovasi sistem pembayaran digital untuk memperluas akses keuangan, khususnya bagi UMKM dan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Himawan Kusprianto, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI, dalam acara Capacity Building & Media Gathering di Malang.
Fokus Utama: QRIS dan BI-FAST
1. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard)
– Dominasi UMKM: 93% merchant QRIS adalah pelaku UMKM (data Maret 2025).
– Inovasi Terbaru: QRIS TAP (integrasi teknologi NFC) untuk transaksi contactless yang lebih cepat dan aman.
– Implementasi di Transportasi: Sudah digunakan di moda transportasi seperti TransJakarta, Damri, dan Teman Bus di berbagai kota.
2. BI-FAST
– Fitur Unggulan: Layanan transfer real-time 24/7, termasuk bulk transfer (pengiriman massal hingga 500 penerima sekaligus) dan direct debit (pembayaran tagihan otomatis).
– Harga Terjangkau: Biaya mulai Rp16/transaksi untuk bank peserta.
Dukungan untuk Cross-Border Payment
BI Jatim juga menyoroti perluasan QRIS antarnegara dalam kerangka Regional Payment Connectivity (RPC), terutama dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand. Transaksi lintas batas ini menunjukkan tren positif sejak 2023.
Tantangan dan Solusi
– Fragmentasi Industri: BI mengimbau kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mitigasi risiko.
– Literasi Digital: Sosialisasi berkelanjutan kepada merchant dan masyarakat, termasuk pelatihan penggunaan QRIS TAP.
Kata Himawan Kusprianto Deputi Direktur DKSP (Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran), “Inovasi ini bukan hanya untuk efisiensi, tapi juga mendorong inklusi keuangan, terutama bagi UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi.”
– QRIS TAP: Sudah diimplementasikan di 500+ merchant.
-BI-FAST: 128 peserta (124 bank dan 4 non-bank).
– Target 2030: Akselerasi ekonomi digital melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI).


