Skandal Air Ledeng Bau Busuk di Hangzhou, Tiongkok  — Sumber Air Ternyata Sudah Tercemar Sejak Mei, Bakteri E. coli Meningkat 730 Kali Lipat

Krisis air bau busuk di Hangzhou terus memicu kekhawatiran publik. Data resmi menunjukkan bahwa pencemaran air baku di kota tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak sebulan lalu. Di salah satu waduk, jumlah bakteri E. coli (koliform tinja) melonjak hingga 730 kali lipat. Warganet pun menduga, “Pasti ada sesuatu yang terjadi tahun ini.”

EtIndonesia. Menurut laporan media pemerintah Tiongkok, Dahe Daily (19 Juli), kadar bakteri E. coli di Sungai Tiaoxi—sumber air baku Hangzhou—telah melampaui batas baku mutu kelas III. Pada Mei saja, peningkatannya mencapai 730 kali lipat.

Berdasarkan data dari situs resmi Pemerintah Distrik Yuhang, Hangzhou, dalam laporan “Kondisi Kualitas Air Sumber di Distrik Yuhang untuk Juni 2025”, disebutkan bahwa pada titik pengambilan air di Yongsheng, Sungai Tiaoxi, kadar E. coli mencapai 16.000/ℓ, melebihi ambang batas kelas III, yaitu <10.000/ℓ.

Standar Air Permukaan Menurut Peraturan Tiongkok:

  • Kelas I: <200/ℓ
  • Kelas II: <2.000/ℓ
  • Kelas III: <10.000/ℓ

Jika melebihi kelas III (yakni masuk kelas IV atau V), air tersebut tidak layak untuk konsumsi manusia dan hanya cocok untuk kebutuhan industri umum, rekreasi tanpa kontak langsung, irigasi pertanian, atau perairan lanskap.

Menurut data pemantauan Januari–Juni 2025 dari situs resmi Distrik Yuhang, dua titik pengambilan air yakni Yongsheng dan Fengkǒu, menunjukkan bahwa:

  • Di Fengkǒu, kadar E. coli pada Januari–April masih dalam batas aman, tetapi mulai Mei dan Juni telah melampaui batas, masuk kategori kelas III.
  • Di Yongsheng, Januari–April air tergolong kelas I dan II (nilai sangat rendah). Namun mulai Mei, nilai melonjak ke 7.300/ℓ (kelas III), dan pada Juni naik drastis ke 16.000/ℓ (kelas IV), mendekati ambang batas kelas V.

Selain itu, dua waduk lainnya juga mencatat kadar E. coli sangat tinggi, yakni 28.000/ℓ dan 24.000/ℓ.

Reaksi Publik dan Dugaan

Seorang warganet menulis:  “Saya bandingkan dengan data tahun lalu, semuanya normal. Sekalipun sempat tinggi, biasanya setelah penanganan bisa kembali normal. Jadi tahun ini pasti ada sesuatu yang terjadi.”

Setelah skandal “air busuk” mencuat, beredar kabar bahwa penyebabnya adalah pipa air bersih yang tersambung dengan pipa limbah. Ada pula dugaan bahwa seorang pejabat di Perusahaan Air Hangzhou, karena dendam terhadap atasan, mengubah sistem sehingga 13 saluran utama air bersih kota justru terhubung ke saluran tinja. Namun, versi resmi dari pemerintah menyebut bahwa bau berasal dari ganggang di sumber air, dan menyebut rumor “limbah tinja” sebagai hoaks.

Banyak netizen meragukan penjelasan resmi. Mereka mempertanyakan:  “Kalau cuma karena ganggang, air setelah disaring di pabrik penyaringan hanya akan mengalami penurunan kualitas, tapi tidak akan sampai berbau busuk dan mengandung benda asing.”

Laporan Dahe Daily meskipun serupa dengan narasi resmi bahwa sumber bau berasal dari waduk, tetap menyoroti pencemaran berat pada titik pengambilan air.

Pada 16 Juli, warga Distrik Yuhang, Hangzhou, melaporkan bahwa air ledeng di rumah mereka tidak bisa digunakan: berbau busuk, berwarna kekuningan, dan mengandung partikel asing. Banyak warga percaya, hanya jika limbah benar-benar masuk ke saluran air bersih, efek seperti itu bisa terjadi. (Hui/asr)

Laporan gabungan oleh jurnalis Li Li / Yun Tao

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine