Malang, Jawa Timur – Nama Gledy Webyansyah mungkin sudah tidak asing di kalangan industri perhotelan Malang. Pria 27 tahun ini, yang kini menjabat sebagai Marketing Communication Manager di Grand Mercure Malang Mirama, membuktikan bahwa passion yang diikuti dengan konsistensi bisa membawa seseorang meraih mimpi. Dalam perbincangan eksklusif, Gledy membagikan perjalanan kariernya yang penuh liku, pelajaran berharga, dan ambisi besar untuk go internasional.
Awal yang Tak Terduga: Dari Magang ke Passion Seumur Hidup
Tidak banyak yang tahu bahwa dunia perhotelan awalnya bahkan tidak terlintas di benak Gledy. Semuanya berubah saat ia menjalani magang di Aria Gajayana Hotel Malang pada 2017.
“Saya waktu itu hanya ingin mencoba. Ternyata, pengalaman sebagai bellboy, receptionist, hingga membantu Guest Relation Officer membuka mata saya. Saya jatuh cinta pada dinamika industri ini,” tutur Gledy kepada The Epoch Times.
Magang tersebut menjadi batu loncatan. Dalam 6 tahun, ia menanjak dari Secretary General Manager di Senyum World Hotel (2018) hingga puncak karier saat ini sebagai Marketing Communication Manager di jaringan hotel internasional.

Pencapaian Gemilang dan Momen Terkesan
Gledy menyebut tahun 2024 sebagai tahun terbaiknya. Dua penghargaan bergengsi diraihnya di Grand Mercure Malang Mirama: Best Manager Q1 dan Best Manager of The Year 2024.
“Tidak pernah menyangka passion saya di marketing dan public relations akan membawa saya sejauh ini. Yang paling berkesan justru ketika jadi pembicara di Tribun Academy dan IDJEN TALK Radio. Berbagi ilmu itu memuaskan,” ujarnya.
Kunci Sukses: Trilogi Konsistensi, Komitmen, dan Doa
Ketika ditanya rahasia kesuksesannya, Gledy menjawab dengan tegas,”Konsistensi, komitmen, dan doa. Tanpa ketiganya, saya mungkin sudah menyerah saat menghadapi tekanan. Ia juga menyebut orang tuanya sebagai penyemangat utama. Ayah saya asal dari Banyuwangi dan Ibu asli Malang, mereka selalu mengingatkan bahwa kerja keras itu perlu, tapi jangan lupa bersyukur. Itu yang membuat saya tetap rendah hati,” ceritanya.
Suka-Duka di Balik Dinamika Perhotelan
Industri perhotelan, menurut Gledy, adalah dunia yang hidup, penuh tantangan dan pasang surut. Sukanya?
“Bertemu orang dari berbagai budaya, belajar hal baru setiap hari, dan punya jaringan yang luas.”
Tapi, ada juga dukanya, “Kita harus adaptif. Tren berubah cepat, kadang harus work overtime, dan tekanan tinggi. Butuh mental kuat dan kemampuan self-recovery yang baik.”
Filosofi Kepemimpinan: Kuasai Bidang dan Pahami Tim
Sebagai pemimpin, Gledy punya prinsip sederhana tapi mendalam:
1. Master your field: “Saya harus paham betul seluk-beluk marketing komunikasi, dari digital hingga event.”
2. Know your team: “Memahami karakter tim itu wajib. Saya tidak mau hanya jadi bos, tapi juga mentor.”
Saat ditanya soal kendalanya, ia justru tersenyum,”Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kesulitan berarti. Kuncinya komunikasi terbuka dan fleksibilitas.”
Work-Life Balance dan Rencana ke Depan
Meski masih single, Gledy sangat menjaga keseimbangan hidup. “Weekend saya gunakan untuk me-time: eksplor fashion atau jalan-jalan ke tempat baru. Itu cara saya recharge,” ungkapnya.
Untuk masa depan, ambisinya jelas, “Saya ingin terus belajar, baik skill maupun attitude. Target jangka panjang? Membawa nama saya ke kancah internasional. Mungkin suatu hari bisa jadi Director of Marketing di hotel berbintang di luar negeri.”
Kiprah Gledy kerap menjadi inspirasi di media, karena selain muda dan bertalenta, professional di posisinya juga memiliki penampilan fashionable. Ini yang membuatnya lebih menonjol dari rekan-rekan seprofesinya. Sosoknya menjadi inspiratif bagi generasi seusianya yang saat ini sedang memulai karir dan menekuni karir di bidang masing-masing.


