Korban Tewas Akibat Kecelakaan Pesawat Latih Buatan Tiongkok yang Menimpa Gedung Sekolah di Bangladesh Meningkat Menjadi 27, Puluhan Masih Kritis

EtIndonesia. Sebuah pesawat latih angkatan udara Bangladesh jatuh menimpa sebuah sekolah di ibu kota negara tersebut pada Senin (21/7) sore, menewaskan pilot dan 26 orang lainnya, sebagian besar adalah pelajar, kata para pejabat.

Kecelakaan itu menyebabkan kebakaran yang membakar habis gedung dua lantai di Dhaka. Para pejabat mengatakan 171 orang, sebagian besar pelajar dan banyak yang mengalami luka bakar, diselamatkan dan dievakuasi dari lokasi kejadian dengan helikopter, ambulans, becak bermotor, serta digendong oleh petugas pemadam kebakaran dan orang tua.

Dua puluh kematian dilaporkan pada awalnya, dan tujuh orang meninggal karena luka-luka mereka semalaman, kata pihak berwenang Selasa pagi. Dokter mengatakan Senin malam bahwa kondisi sekitar dua lusin korban luka masih kritis.

Dua puluh jenazah telah diserahkan kepada keluarga mereka. Beberapa jenazah yang hangus tidak dapat dikenali lagi dan mereka mungkin memerlukan tes DNA untuk pencocokan. Sebuah posko donor darah telah dibuka di rumah sakit khusus luka bakar tempat sebagian besar korban luka dirawat.

Pesawat latih F-7 BGI buatan Tiongkok mengalami “kerusakan teknis” beberapa saat setelah lepas landas pukul 13 : 06, dan pilot berusaha mengalihkan pesawat ke daerah yang lebih sepi sebelum akhirnya menabrak gedung Milestone School and College, menurut pernyataan militer.

Namun, masih belum jelas bagaimana pilot tersebut tewas: apakah ida berada di dalam pesawat atau melontarkan diri sebelum menabrak gedung. Militer tidak memberikan detail apa pun mengenai hal itu.

Banyak kerabat menunggu semalaman di rumah sakit khusus luka bakar untuk mencari jenazah orang yang mereka cintai.

Sekitar tengah malam, Mohammed Abdur Rahim sedang mencari sepupunya, Afia Akter, di sebuah rumah sakit. 

“Kami tidak dapat menemukan sepupu saya. Dia hilang. Dokter di sini telah meminta kami untuk pergi ke rumah sakit lain,” ujarnya kepada The Associated Press.

Para siswa mengatakan gedung-gedung sekolah bergetar hebat, diikuti oleh ledakan besar yang membuat mereka berlarian mencari tempat aman. Suasana menegangkan segera terjadi di lokasi kecelakaan, ketika para kerabat yang panik mencari orang-orang terkasih. Jeritan memenuhi udara di rumah sakit terdekat.

Sekolah Milestone terletak di kawasan Uttara, Dhaka, sekitar 11 kilometer  dari Pangkalan Angkatan Udara A.K. Khandaker. Sekolah ini berada di daerah padat penduduk, dekat stasiun metro, dan banyak pertokoan serta rumah.

Pilotnya, Letnan Penerbangan Mohammed Toukir Islam, telah “berusaha keras untuk mengalihkan pesawat dari daerah padat penduduk ke lokasi yang lebih jarang penduduknya,” kata militer, seraya menambahkan bahwa mereka akan menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

Media lokal melaporkan bahwa kecelakaan itu merupakan penerbangan solo pilot tersebut saat dia sedang menyelesaikan pelatihannya.

Ini adalah kecelakaan pesawat paling mematikan di ibu kota Bangladesh dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2008, jet latih F-7 lainnya jatuh di luar Dhaka, menewaskan pilotnya, yang kemudian melontarkan diri setelah menemukan masalah teknis.

Pemerintah mengumumkan hari berkabung pada hari Selasa, dengan bendera setengah tiang dikibarkan di seluruh negeri.

Di lokasi kecelakaan pada Senin sore, seorang ayah berlari sambil menggendong putrinya. Seorang ibu berteriak karena telah menemukan anak bungsunya, tetapi mati-matian mencari anak sulungnya.

Seorang ayah lainnya menggambarkan perasaannya yang tak berdaya saat menunggu kabar nasib putrinya.

“Pesawat itu jatuh di gedung tempat putri saya berada. Istri saya menelepon, tetapi saya sedang berdoa sehingga saya tidak bisa mengangkatnya,” kata Jewel, yang hanya menggunakan satu nama, di lokasi kejadian. “Ketika saya tiba di sini, saya melihat ada kebakaran besar. Ada mayat seorang anak.”

Untungnya, putrinya selamat, katanya, tetapi dia melihat banyak anak lain menderita luka bakar.

Para siswa juga berebut untuk melihat apa yang terjadi. “Kami berjuang melawan kerumunan dan tentara untuk mendekati lokasi kecelakaan di sekolah kami,” kata Estiak Elahi Khan, siswa kelas 11. “Apa yang saya lihat sungguh tak terlukiskan… sungguh mengerikan.”

Para dokter di Rumah Sakit Uttara Adhunik mengatakan lebih dari 60 siswa, banyak di antaranya berusia antara 12 dan 16 tahun, dipindahkan ke rumah sakit khusus untuk korban luka bakar.

Senin malam, tim penyelamat terus menyisir puing-puing, mencari jenazah. Sebuah derek digunakan untuk membersihkan puing-puing.

Pemimpin sementara Bangladesh, Muhammad Yunus, juga berjanji akan melakukan penyelidikan, dan dia menyampaikan duka cita yang mendalam atas “kecelakaan yang memilukan” tersebut. Dia menyebutnya “momen duka nasional yang mendalam.”

Rafiqa Taha, seorang siswa yang tidak berada di lokasi saat kecelakaan terjadi, mengatakan melalui telepon bahwa sekolah tersebut, yang beranggotakan sekitar 2.000 siswa, menawarkan kelas dari tingkat dasar hingga sekolah menengah atas.

“Saya ketakutan menonton video di TV,” kata remaja berusia 16 tahun itu. “Ya Tuhan! Ini sekolah saya.” (yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine