EtIndonesia. Seorang pria bernama Neil mengunjungi gurunya setelah bertahun-tahun lulus.
Dia mengeluh tentang hidupnya: “Pekerjaanku membosankan, tidak sesuai jurusan kuliahku. Gajinya pun kecil, cukup untuk bertahan hidup saja.”
Gurunya terkejut: “Kalau gaji kecil, kenapa kamu tak punya pekerjaan lain yang dikerjakan?”
Neil menjawab putus asa: “Saya tidak punya kesempatan. Saya hanya kurang beruntung.”
Sang guru menjawab tegas: “Kesempatan itu bukan menghindar darimu, tapi direbut lebih dulu oleh mereka yang punya semangat dan berlari di depan. Kamu tidak bisa berharap ‘keberuntungan’ datang saat kamu hanya diam di dalam bayang-bayang.”
“Orang yang tidak punya semangat juang, tak akan pernah mendapat kesempatan.”
Pesan Moral:
Banyak orang gagal bukan karena tak ada kesempatan—tapi karena tidak berani mencoba dan tidak mau bergerak.
Jika seseorang pasrah pada keadaan, menerima kemiskinan tanpa melawan, maka kekuatan dalam dirinya akan mati perlahan. Hidupnya pun takkan pernah berubah.
Kemiskinan itu bukan hal yang menakutkan. Yang menakutkan adalah pola pikir miskin. Begitu kamu percaya bahwa kamu ditakdirkan untuk gagal, maka selamanya kamu tak akan pernah bangkit.(jhn/yn)


