Bentrokan bersenjata kembali pecah di perbatasan Thailand dan Kamboja. Militer Kamboja menembakkan roket ke sebuah rumah warga Thailand, menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya, termasuk seorang anak berusia 5 tahun yang kini dalam kondisi kritis.
Thailand langsung merespons dengan mengerahkan jet tempur F-16 untuk menyerang dua target militer di dalam wilayah Kamboja. Thailand juga mengusir duta besar Kamboja, sementara Kamboja menarik semua diplomatnya dari Bangkok.
EtIndonesia. Laporan Reuters menyebutkan, sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja yang telah memanas selama beberapa minggu terakhir akhirnya meletus menjadi perang. Sejauh ini telah menyebabkan sedikitnya dua warga sipil tewas. Kedua belah pihak saling menyalahkan atas siapa yang lebih dulu memulai tembakan.
Pihak Thailand menuduh Kamboja menanam ranjau di area perbatasan yang disengketakan, yang menyebabkan lima tentara Thailand terluka dalam pekan ini, salah satunya kehilangan satu kaki. Sebagai tanggapan, Thailand memanggil pulang duta besarnya di Kamboja dan mengusir duta besar Kamboja dari Bangkok.
Sementara itu, surat kabar Khmer Times melaporkan bahwa pemerintah Kamboja telah menurunkan status hubungan diplomatik dengan Thailand menjadi hanya “chargé d’affaires tingkat dua”, yang berarti perwakilan diplomatik setingkat di bawah duta besar. Selain itu, seluruh staf diplomatik Kamboja di Bangkok diperintahkan pulang.
Pada Kamis (24 Juli), Kamboja menembakkan dua roket ke wilayah Thailand, menewaskan satu orang, melukai dua orang lainnya. Serangan tersebut membuat seorang anak berusia lima tahun dalam kondisi kritis. Menyusul serangan itu, Thailand mengerahkan enam jet tempur F-16 untuk menyerang dua fasilitas militer di wilayah Kamboja.
Wakil juru bicara militer Thailand, Ritcha Suksuwanon, menyatakan bahwa keenam pesawat tempur F-16 tersebut berasal dari provinsi Ubon Ratchathani dan berhasil menjatuhkan bom ke dua fasilitas militer Kamboja. Ia menambahkan bahwa seluruh pesawat berhasil kembali dengan selamat dan tanpa kerusakan.
Kementerian Pertahanan Kamboja mengecam tindakan Thailand yang dianggap menggunakan kekuatan berlebihan dan menyebutnya sebagai “ancaman serius bagi perdamaian dan stabilitas kawasan.”
Kini Thailand mengumumkan penutupan penuh perbatasan daratnya dengan Kamboja. Kedutaan Besar Thailand di Phnom Penh juga telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga Thailand agar “segera meninggalkan Kamboja.”
Perbatasan darat antara Thailand dan Kamboja membentang sepanjang 817 kilometer, dengan banyak titik yang masih dipersengketakan. Sengketa ini telah berlangsung lebih dari seratus tahun dan sering kali menimbulkan bentrokan kecil yang menyebabkan puluhan korban jiwa, termasuk bentrokan artileri selama seminggu pada tahun 2011.
Perseteruan antara kedua militer ini terjadi di kawasan yang dikenal sebagai “Segitiga Zamrud” — sebuah area di perbatasan antara Thailand, Kamboja, dan Laos yang terkenal memiliki sejumlah candi kuno.
Pada Mei lalu, kedua negara sempat terlibat baku tembak singkat yang menyebabkan seorang tentara Kamboja tewas, yang kemudian memicu ketegangan diplomatik yang berkembang menjadi konflik bersenjata lebih lanjut. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


