Pada Rabu (23 Juli), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencapai tiga kesepakatan dagang besar dalam sehari dengan Filipina, Indonesia, dan Jepang. Dalam kesepakatan dengan Jepang, tarif impor diturunkan dari sebelumnya 25% menjadi 15%. Trump menegaskan bahwa kecuali negara-negara membuka pasarnya, maka tarif hanya akan dinaikkan, bukan diturunkan. Uni Eropa pun berpeluang mendapatkan perlakuan tarif 15%. Sementara itu, batas waktu negosiasi tarif dengan Tiongkok kemungkinan akan diperpanjang 90 hari.
EtIndonesia .Gedung Putih pada Rabu menjelaskan bahwa dalam kesepakatan AS-Jepang, Jepang berjanji memberikan skema investasi dan pinjaman ke AS senilai 550 miliar dolar AS, dan penggunaannya akan sepenuhnya ditentukan oleh Presiden Trump.
“Kemarin, Presiden Trump mencapai sesuatu yang belum pernah dicapai presiden lain: beliau menyelesaikan dan mengumumkan kesepakatan dagang besar dengan Filipina, Indonesia, dan Jepang hanya dalam satu hari,” ujar juru bicara Gedung Putih, Karoline Levitt.
Levitt menjelaskan: “Presiden berhasil membuat Jepang berkomitmen untuk investasi sebesar 550 miliar dolar demi menghidupkan kembali industri Amerika.”
“Amerika akan menyimpan 90% dari keuntungan investasi dana 550 miliar dolar itu.”
Levitt menambahkan bahwa komitmen awal dari Jepang hanya sebesar 400 miliar dolar, namun setelah negosiasi dinaikkan menjadi 550 miliar. Dana ini terutama akan digunakan untuk sektor energi, semikonduktor, mineral penting, farmasi, dan industri perkapalan AS.
Pada Selasa (22 Juli), Trump memberlakukan tiga tarif baru secara berturut-turut. Kemudian pada Rabu, ia menulis: “Saya hanya akan menurunkan tarif jika negara-negara lain setuju untuk membuka pasar mereka. Jika tidak, tarif akan meningkat secara signifikan! Pasar Jepang kini sudah terbuka (belum pernah terjadi sebelumnya). Perusahaan Amerika akan berkembang pesat!”
Setelah pengumuman kesepakatan AS-Jepang, pada Rabu dua diplomat Uni Eropa mengonfirmasi bahwa kemungkinan besar Uni Eropa akan mencapai kesepakatan dengan AS mengenai tarif 15%, seperti kesepakatan dengan Jepang.
Para diplomat juga menyebutkan bahwa produk seperti pesawat, kayu, beberapa jenis obat-obatan, dan produk pertanian kemungkinan akan mendapatkan pengecualian tarif. Namun, AS tampaknya belum bersedia menurunkan tarif 50% untuk produk baja.
Meski begitu, keberhasilan akhir dari kesepakatan tetap tergantung pada keputusan akhir dari Presiden Trump.
Pasar saham Eropa pada Rabu ditutup mendekati level tertinggi dalam dua minggu terakhir, dipimpin oleh sektor otomotif. Para investor memperkirakan kesepakatan antara AS dan Eropa akan tercapai dan mampu meredakan dampak tarif.
Saham sektor otomotif Eropa melonjak 3,7%, mencetak kenaikan harian tertinggi dalam hampir sebulan. Kenaikan saham produsen mobil Eropa seperti Mercedes-Benz, Volkswagen, dan Porsche berkisar antara 6,1% hingga 7,3%.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, total impor mobil dan suku cadang mobil dari Jepang ke AS melebihi 55 miliar dolar AS. Sementara dari Uni Eropa, nilainya sekitar 55,45 miliar dolar. Namun penjualan mobil buatan AS di pasar Jepang atau Uni Eropa jauh lebih rendah dibandingkan sebaliknya.
Sementara itu, untuk Tiongkok yang saat ini masih berada dalam status “gencatan tarif” dengan AS, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa tenggat waktu pemberlakuan tarif tambahan terhadap Tiongkok yang semula dijadwalkan pada 12 Agustus, kemungkinan akan diperpanjang 90 hari. Ia juga dijadwalkan menghadiri putaran ketiga perundingan dagang AS-Tiongkok yang akan digelar di Stockholm, Swedia pada 28 dan 29 Juli mendatang. (Hui/asr)
Laporan wartawan NTD, Wang Ziyi, dari Amerika Serikat


