Pada 25 Juli 2025, wilayah Beijing dan Hebei, Tiongkok kembali dilanda hujan lebat. Beberapa bagian kota Beijing terendam banjir, sementara jalanan di Zhuozhou, Hebei berubah menjadi sungai, dengan banyak kendaraan terendam air. Bahkan ada jembatan yang putus akibat banjir.
EtIndonesia. Badan Meteorologi Beijing mengeluarkan peringatan kuning hujan lebat pada Kamis (24/7/2025), memperkirakan pada 24 Juli pukul 17:00 hingga 25 Juli pukul 08:00, sebagian besar wilayah Beijing akan mengalami curah hujan dengan intensitas lebih dari 30 mm per jam.
Beberapa daerah seperti Fangshan, Mentougou, Shijingshan, Haidian, Huairou, Miyun, Pinggu, Daxing, dan Tongzhou diperkirakan dapat mengalami hujan lebih dari 50 mm per jam, dengan akumulasi curah hujan selama 6 jam bisa melebihi 70 mm. Daerah pegunungan dan kaki gunung berisiko mengalami banjir bandang, tanah longsor, serta erosi tanah.
7月25日,北京遭遇狂風暴雨襲擊,部分街道被淹了。 pic.twitter.com/1g6odWqvWD
— ying tang (@yingtan04410735) July 25, 2025
Peringatan tersebut juga menyebutkan bahwa dalam tiga hari ke depan, Beijing akan terus berada dalam “mode hujan deras”, dan intensitas hujan kemungkinan akan meningkat, terutama di wilayah pegunungan dan bagian tenggara kota, yang rawan bencana.
7月25日,北京暴雨 ,部分城市被淹,水深高達腰部。 pic.twitter.com/kLdHAIWpUJ
— ying tang (@yingtan04410735) July 25, 2025
Pada 25 Juli pagi, banyak netizen Beijing mengunggah video di media sosial yang memperlihatkan kota mereka telah terendam air sejak pagi. Dalam video terlihat banyak mobil terendam, orang-orang berjalan menyusuri genangan air, bahkan ada bagian yang kedalamannya mencapai pinggang.
7月25日,北京通州暴雨,街道被淹了。 pic.twitter.com/oGdF0lN7o3
— ying tang (@yingtan04410735) July 25, 2025
Sebuah video memperlihatkan bahwa banyak jalan di Distrik Tongzhou, Beijing, terendam banjir. Seorang netizen terkejut dan berkata, “Zhujiang Yijing? Pagi ini air sudah sampai lutut!”
Netizen lain berkomentar, “Masa ‘tujuh naik delapan turun’ (periode musim hujan di Tiongkok), hujan deras tak tertahankan!”
7月25日,北京暴雨,部分街道被淹了。 pic.twitter.com/eirrWAeeGh
— ying tang (@yingtan04410735) July 25, 2025
Dalam video lain, sebuah gedung hunian di Beijing tampak lantai satu sudah terendam air hingga setinggi lutut. Netizen tersebut berkomentar dengan nada sarkastik: “Ini saya rekam pagi sebelum berangkat kerja, sekarang sudah sampai kantor. Keadaan baik-baik saja, tapi jadi pusing mikirin pulangnya nanti.”
7月25日,北京通州马驹桥下了一夜的大雨 ,凉水河河水急剧上涨。 pic.twitter.com/TgcOIgWW4g
— ying tang (@yingtan04410735) July 25, 2025
Video lainnya menunjukkan Sungai Liangshui di Distrik Tongzhou, Beijing, dengan permukaan air yang naik drastis. Pembuat video memperingatkan: “Di Kota Baru Yizhuang, hujan deras semalaman di bawah Jembatan Majuqiao membuat Sungai Liangshui meluap deras. Hati-hati kalau bermain di sekitar sini.”
7月25日,河北涿州暴雨,部分街道被淹了。 pic.twitter.com/FxxbAFiWov
— ying tang (@yingtan04410735) July 25, 2025
Tidak hanya Beijing, daerah Zhuozhou di Hebei juga kembali terendam banjir. Video yang beredar pada 25 Juli menunjukkan banyak jalanan di Kota Zhuozhou terendam air hingga lebih dari satu meter, dengan banyak kendaraan terendam.
7月25日,河北易县义和庄大橋被洪水沖斷了。 pic.twitter.com/hbpW0SZDMP
— ying tang (@yingtan04410735) July 25, 2025
Seorang netizen lainnya memposting video yang menunjukkan Jembatan Yihezhuang di Kabupaten Yi, Hebei, kembali runtuh. Ia juga menunjukkan Sungai Yishui yang melebar sangat drastis, dan menyebut bahwa Jembatan Yihezhuang hampir sepenuhnya tenggelam.
Pada akhir Juli 2023 lalu, Beijing pernah dilanda hujan badai akibat topan, menyebabkan banjir bandang dan longsor di wilayah Fangshan dan Mentougou, menimbulkan korban jiwa dan kerugian besar.
Karena pelepasan air dari bendungan di Beijing, wilayah Zhuozhou di Hebei mendadak terendam banjir. Warga tak sempat bersiap menghadapi datangnya air dan seluruh kota akhirnya tenggelam, dengan ketinggian air mencapai 4 meter hingga 5 meter.
Ribuan orang kehilangan harta benda, hasil kerja keras seumur hidup lenyap begitu saja. Namun janji kompensasi dari pemerintah tidak kunjung terealisasi, membuat banyak warga putus asa: “Kami tidak punya apa-apa lagi, cuma tinggal hutang!” “Rasanya sudah tak ingin hidup lagi…” (Hui/asr)
oleh Luo Tingting/Wen Hui – NTDTV.com


