Thailand Cabut Usulan Gencatan Senjata, Kamboja Kembali Luncurkan Serangan Hingga Ledakan Memekakkan Telinga

Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja memasuki hari ke-3. Pada 26 Juli pukul 05:10 pagi, pasukan militer Kamboja kembali melancarkan serangan ke Thailand di wilayah Desa Chamrak, Provinsi Trat. Tentara Thailand segera membalas serangan tersebut dengan mengerahkan pasukan pertahanan perbatasan dari Chanthaburi dan Trat. Sebelumnya, kedua negara sempat menyetujui usulan gencatan senjata dari Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, namun kemudian pihak Thailand menarik kembali persetujuannya.

EtIndonesia. Ledakan dan suara tembakan terdengar terus-menerus, beberapa warga belum sempat mengungsi dan menyaksikan kilatan api di perbukitan, disertai suara ledakan yang menggelegar, membuat mereka ketakutan.

Menurut unggahan dari komunitas “Army Military Force – Pasukan Cadangan Angkatan Darat”, konflik terjadi sekitar pukul 05:20 pagi, di sekitar wilayah Desa Chamrak, Trat. Pada 05:30 pagi, suara tembakan mulai terdengar di berbagai daerah sekitar.

Akun resmi Kantor Hubungan Masyarakat Pemerintah Thailand mengimbau masyarakat untuk tidak panik, dan agar mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

Seorang biksu Thailand, Phrasakda Suntharo, menuliskan kondisi di lapangan melalui akun Facebook-nya pada 26 Juli dini hari :

“Pukul 05.00 pagi terjadi baku tembak. Beberapa kali terdengar suara ledakan meriam, cahaya terang terlihat meluncur di atas gunung. Kami sedang melarikan diri, tapi para prajurit berlari ke arah kami — mereka benar-benar melindungi rakyat Thailand. Saya benar-benar mengagumi para tentara ini.”

Kemudian dilaporkan bahwa militer Thailand telah mengerahkan drone pengintai sejak pagi hari untuk memantau posisi dan pergerakan musuh. Pemerintah daerah juga telah menginformasikan kepada warga sekitar agar tetap berada di tempat aman dan menjauhi wilayah perbatasan.

Sumber dari angkatan laut Thailand mengungkapkan bahwa Kamboja juga menembaki Angkatan Laut Kerajaan Thailand, memperluas cakupan konflik di wilayah Trat. Thailand lalu meluncurkan operasi militer bernama “Trat Pikhapari 1”. Pasukan perbatasan dari Chanthaburi dan Trat membalas serangan tersebut dan berhasil memukul mundur pasukan Kamboja.

Menurut sumber tersebut, operasi ini merupakan tindakan balasan yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan. Thailand menyatakan tidak berniat memperbesar konflik, tetapi akan terus memantau situasi, bila ditemukan ancaman terhadap keamanan nasional, akan segera bertindak.

Selain itu, berdasarkan hasil pengintaian militer, diperkirakan Kamboja akan melancarkan serangan lanjutan pada 27 Juli pukul 05.00 pagi. Karena itu, militer memerintahkan evakuasi warga dari tiga distrik ke pusat kota Trat.

Konflik perbatasan yang telah berlangsung lama antara Thailand dan Kamboja memanas menjadi pertempuran besar-besaran pada 24 Juli, dengan kedua pihak menggunakan pesawat tempur, artileri, tank, dan pasukan darat. Situasi ini memaksa Dewan Keamanan PBB mengadakan sidang darurat pada 25 Juli.

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet pada 25 Juli menyatakan mendukung proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

“Kamboja menyerukan gencatan senjata segera tanpa syarat dan juga menyerukan penyelesaian damai atas konflik ini,” ujar Duta Besar Kamboja untuk PBB, Chhea Keo. 

Namun, Thailand yang awalnya menyatakan mendukung rencana gencatan senjata, kemudian menarik dukungannya. Perdana Menteri sementara Thailand, Phumtham Wechayachai, memperingatkan bahwa jika situasi memburuk, maka konflik ini bisa berkembang menjadi perang.

Menurut laporan AFP, Kementerian Pertahanan Kamboja menyatakan bahwa dalam pertempuran ini 13 orang tewas, termasuk 8 warga sipil dan 5 tentara, serta 71 orang terluka.

Sementara itu, militer Thailand menyebut bahwa pada 25 Juli, 5 tentaranya gugur, sehingga total korban tewas menjadi 20 orang, terdiri dari 14 warga sipil dan 6 personel militer. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine