Wabah Baru di Tiongkok Menyebar Sangat Cepat, Foshan Guangdong Siapkan Lebih dari 7.000 Tempat Tidur Isolasi

Etindonesia. Wabah Chikungunya di Tiongkok terus meningkat. Hingga 25 Juli 2025 malam, pemerintah mengumumkan bahwa jumlah kasus yang dikonfirmasi di Foshan, Guangdong telah meningkat menjadi 4.017 kasus. Saat ini, telah ditunjuk 53 rumah sakit rujukan dan tempat tidur isolasi berkelambu anti-nyamuk telah ditambah menjadi lebih dari 7.000 unit. Para pakar menyatakan bahwa virus kali ini menyebar sangat cepat, belum ada obat khusus, juga belum ada vaksin, dan hampir semua orang rentan terinfeksi.

Foshan Alami Lonjakan Kasus, Kasus Juga Terdeteksi di Beijing dan Makau

Mengutip media Tiongkok “Yicai” dan media resmi Guangdong Nanfang Daily, Wakil Direktur Biro Pengendalian Penyakit Nasional Partai Komunis Tiongkok (PKT), Sun Yang, dalam rapat kerja pencegahan wabah Chikungunya di Guangdong pada 23 Juli mengatakan bahwa epidemi Chikungunya di Guangdong masih berada pada fase puncak dan situasinya sangat serius.

Hingga pukul 20.00 pada 25 Juli, menurut laporan yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan di berbagai distrik di Foshan, total kasus yang dikonfirmasi telah mencapai 4.017 kasus.

Dalam konferensi pers yang digelar oleh pemerintah Kota Foshan baru-baru ini, disebutkan bahwa untuk mengatasi wabah ini, Foshan telah menunjuk 53 rumah sakit kelas dua dan di atasnya sebagai rumah sakit rujukan. Jumlah tempat tidur isolasi berkelambu anti-nyamuk juga ditingkatkan dari 3.696 menjadi 7.220 unit.

Wabah ini sudah memiliki risiko penularan antarwilayah. Pada 18 Juli, Makau menerima laporan satu kasus Chikungunya impor, dengan riwayat perjalanan dari Shunde, Foshan. Ini merupakan kasus impor pertama di Makau tahun ini.

Sementara itu, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Kota Beijing pada 22 Juli menyatakan bahwa kota tersebut juga telah mendeteksi kasus Chikungunya, namun menyebutnya sebagai kasus impor sporadis dari luar negeri. Tidak disebutkan secara rinci jumlah kasus ataupun dari mana sumber penyebarannya ke Beijing.

Pakar: Penyebaran Sangat Cepat, Semua Orang Bisa Terinfeksi

Para pakar yang diwawancarai oleh jurnalis Yicai menjelaskan bahwa Chikungunya menyebar melalui rantai “manusia–nyamuk–manusia”. Meskipun virus ini tidak menular langsung dari manusia ke manusia, manusia tetap menjadi sumber penularan. 

Setelah seseorang terinfeksi, umumnya akan mengalami viremia (virus dalam darah). Jika tidak diisolasi dari nyamuk, nyamuk yang menggigit orang tersebut bisa membawa virus, lalu menyebarkannya ke orang lain melalui gigitan — inilah yang menciptakan penularan komunitas.

Menurut para pakar, Chikungunya merupakan penyakit menular akut yang ditularkan oleh nyamuk Aedes albopictus (nyamuk belang kaki putih). Sebagian besar pasien mengalami gejala ringan dan biasanya dapat sembuh dalam 1–2 minggu tanpa perawatan khusus. Namun, bayi baru lahir, lansia, dan penderita penyakit kronis berisiko mengalami komplikasi serius, bahkan bisa berujung pada kematian.

Karena belum ada obat khusus maupun vaksin, serta virus ini menyebar dengan sangat cepat, pemerintah Tiongkok kembali menerapkan kebijakan isolasi pasien, guna mencegah nyamuk menggigit orang yang terinfeksi dan menularkan virus ke orang lain.

Menurut Nanfang Daily, dalam 10 tahun terakhir, Guangdong tidak pernah mengalami wabah Chikungunya berskala besar, sehingga kekebalan terhadap virus ini sangat rendah di masyarakat. Artinya, hampir semua orang rentan terinfeksi. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine