Warga desa di Kota Nanning, Provinsi Guangxi, Tiongkok, terlibat bentrokan hebat dengan aparat rezim partai Komunis Tiongkok yang berusaha merampas lahan mereka. Aksi tersebut bertujuan untuk melindungi tanah dan lingkungan mereka. Beberapa warga dilaporkan terluka dalam kejadian tersebut.
EtIndonesia. Laporan dari akun media sosial independen “Yesterday” yang memantau peristiwa sosial di Tiongkok, pada 24 Juli, warga Desa Huada, Kecamatan Baiji, Distrik Yongning, Kota Nanning, membawa tongkat kayu untuk melawan tim penggusuran yang terdiri dari aparat pemerintah, polisi, petugas keamanan, dan staf perusahaan pembangkit listrik tenaga angin. Terjadi bentrokan sengit, yang menyebabkan sejumlah warga luka-luka.
Dalam video terlihat beberapa pria desa membawa tongkat kayu melawan tim penggusuran. Namun, dari segi perlengkapan, jumlah personel, dan taktik, warga kalah dibandingkan pasukan polisi khusus (SWAT) milik rezim Tiongkok. Polisi khusus dilengkapi tongkat panjang dan tameng, serta menggunakan alat pemadam kebakaran untuk memukul mundur warga sambil maju dalam formasi barisan.
【广西南宁村民大战强征队多人受伤】7月24日,广西南宁邕宁区百济镇华达村,村民为保卫环境和土地,持木棍抗击由政府人员、警察、保安、风力发电公司人员组成的强征队。双方发生激烈冲突,多名村民被持警盾长棍的强征人员打伤,视频显示,冲突期间,强征队还使用了灭火器。据村民透露,被强征的土地将… pic.twitter.com/WYTTaMXUpq
— 昨天 (@YesterdayBigcat) July 25, 2025
Video juga menunjukkan sejumlah warga desa yang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Ada yang mengalami luka di kepala dan ada pula yang punggungnya penuh memar.
Warga mengeluhkan bahwa pihak berwenang berusaha merampas tanah mereka untuk dipasangi instalasi pembangkit listrik tenaga angin, tanpa adanya kesepakatan apapun dengan warga sebelumnya. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


