Pada Sabtu, 26 Juli, malam kebakaran hebat meluas ke kawasan resort pantai di Prancis selatan, memaksa para wisatawan di dua lokasi perkemahan dan sebagian warga setempat mengungsi. Sementara itu, gelombang panas di Yunani memicu kebakaran hutan yang menghancurkan rumah-rumah dan memaksa evakuasi warga, sehingga pemerintah Yunani meminta bantuan dari Uni Eropa untuk memadamkan api. Di Turki, suhu ekstrem 50,5°C tercatat di tenggara negara itu, mencetak rekor nasional baru.
EtIndonesia. Di wilayah Aude, Prancis—yang berbatasan dengan Spanyol—api mulai muncul pada Sabtu sore. Didukung oleh angin kencang, kobaran api melalap sekitar 600 hektare lahan.
Pihak berwenang mengerahkan sekitar 630 petugas pemadam kebakaran yang dibantu oleh lebih dari sepuluh pesawat pemadam. Kebakaran menghancurkan dua rumah dan sebuah gedung olahraga diubah menjadi tempat penampungan darurat.
Menurut tim jurnalis AFP, asap tebal akibat kebakaran menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalan pesisir A9. Tiga petugas pemadam harus dirawat karena menghirup asap.
Pemerintah provinsi memerintahkan evakuasi dua lokasi perkemahan dan kawasan permukiman di daerah pesisir Port-la-Nouvelle.
Badan meteorologi nasional Prancis mengeluarkan peringatan oranye untuk wilayah Aude pada 26 Juli, memperingatkan risiko tinggi kebakaran akibat kondisi cuaca.
Yunani Minta Bantuan Uni Eropa
Dalam sepekan terakhir, suhu di Yunani sempat menembus 45°C, memicu kebakaran hutan di berbagai wilayah. Yang terparah terjadi di Desa Drosopigi, 30 km utara Athena, yang menghancurkan rumah-rumah dan memaksa evakuasi warga oleh polisi.
Juru bicara pemadam kebakaran, Vasileios Vathrakogiannis, mengatakan angin kencang memperparah kebakaran di sekitar Athena, lokasi-lokasi lain yang terbakar, serta wilayah Peloponnese di barat ibu kota.
Ia juga menyatakan bahwa angin kencang membuat api menyebar ke Pulau Kreta, Euboea, dan Kythera. Ia memperingatkan media: “Masa paling sulit masih akan datang.”
Karena cuaca yang sangat panas dan kering, banyak daerah berada pada tingkat peringatan kebakaran tertinggi, yaitu Level 5 (merah), yang berarti risiko kebakaran sangat tinggi.
Dalam 24 jam terakhir, tercatat 52 kebakaran hutan, 44 diantaranya telah berhasil dikendalikan.
Yunani telah meminta bantuan Uni Eropa melalui mekanisme RescEU, dengan permintaan enam pesawat pemadam untuk memperkuat upaya pengendalian api. Unit pemadam kebakaran dari Ceko telah bergabung dalam operasi bantuan dan mulai memadamkan api.
Menurut Reuters, di Desa Drosopigi terdapat beberapa pabrik bahan mudah terbakar, dan suara ledakan terdengar saat kebakaran terjadi. Sebanyak 145 petugas pemadam, 44 mobil pemadam, 7 helikopter, dan 10 pesawat dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Di negara tetangga Albania, tercatat 26 kebakaran pada tanggal 26. Kebakaran di dekat kota Delvina di wilayah selatan sehari sebelumnya menyebabkan tiga orang luka-luka dan memaksa sekitar 2.000 warga mengungsi.
Rekor Suhu 50,5°C di Turki
Pada tanggal 25, ahli meteorologi dari Kementerian Lingkungan Turki mencatat suhu 50,5°C di kota Silopi, tenggara Turki, memecahkan rekor suhu nasional. Pernyataan resmi menyebutkan bahwa ada 132 stasiun cuaca yang mencatat suhu tertinggi baru untuk bulan Juli.
Kota Silopi terletak di provinsi Sirnak, hanya 10 km dari perbatasan Turki dengan Irak dan Suriah. Rekor suhu sebelumnya adalah 49,5°C yang tercatat pada Agustus 2023.
Beberapa wilayah di Turki juga sedang berjuang memadamkan kebakaran hutan. Kebakaran di wilayah utara Karabakh telah berlangsung selama empat hari, memaksa evakuasi warga desa.
Gelombang panas diperkirakan masih akan berlanjut selama beberapa hari ke depan. Beberapa pemerintah daerah telah mengumumkan pembatasan penggunaan air, termasuk di resor tepi laut Cesme dekat Izmir, Turki barat. (Hui/asr)


