Jika Tak Bisa Keluar Rumah, Simpanlah 8 Jenis Makanan Ini: Tahan Bertahun-tahun, Tidak Basi, dan Tetap Bergizi

Etindonesia. Sekitar seribu kilometer dari Kutub Utara, di sebuah pulau terpencil di Norwegia, terdapat sebuah gua pegunungan yang menyimpan harta karun dunia—Bank Benih Global. Di dalam ruang bawah tanah bersuhu -18°C itu tersimpan lebih dari satu miliar benih tanaman. Tempat ini dirancang untuk menghadapi kemungkinan bencana besar yang dapat menyebabkan punahnya tanaman. Dengan adanya bank ini, umat manusia masih dapat menanam kembali dan mempertahankan keragaman tanaman pangan.

Di kehidupan sehari-hari pun, kita tak luput dari situasi tak terduga yang membuat kita perlu menyimpan persediaan makanan dalam jangka panjang di rumah. Namun, tidak semua orang punya fasilitas penyimpanan seperti Bank Benih Norwegia. Maka dari itu, makanan cadangan yang kita simpan harus memenuhi tiga kriteria utama:
– Mudah disimpan
– Tidak mudah rusak
– Bernutrisi tinggi

Berikut ini 8 jenis bahan makanan yang cocok untuk disimpan bertahun-tahun di rumah biasa, tanpa mudah basi, dan tetap layak dikonsumsi:

1. Beras dan Tepung (Sumber Karbohidrat Utama)

Beras dan tepung merupakan bahan makanan pokok yang mudah disimpan. Apalagi kini banyak tersedia dalam kemasan vakum, yang masa simpan nyatanya bisa jauh lebih lama daripada tanggal kedaluwarsa di kemasan—bahkan bisa sampai 3–5 tahun.

Untuk beras curah, perhatikan agar tidak muncul kutu beras. Caranya bisa dengan:

·        Menyimpan dalam wadah kedap udara

·        Menambahkan bawang putih atau merica ke dalam wadah

·        Jika tinggal di daerah dingin, bekukan semalam di luar saat musim dingin

2. Aneka Kacang-kacangan

Kacang merah, kacang hijau, kedelai, dan jenis kacang lainnya mengandung protein dan lemak nabati yang tinggi, serta rasanya enak. Jika diperlukan, bisa menjadi pengganti sumber karbohidrat utama.

Syarat penyimpanannya pun sederhana: cukup disimpan di tempat kering dan berventilasi, serta jauh dari kelembapan untuk mencegah kecambah. Bisa bertahan bertahun-tahun tanpa masalah.

3. Bahan Penyedap (Garam, Gula, dll.)

Garam dan gula termasuk bahan dasar yang masa simpannya hampir tak terbatas.

·        Garam adalah mineral murni yang bisa bertahan dalam kondisi kering maupun lembap.

·        Gula adalah sumber energi utama tubuh manusia. Gula putih biasa bisa disimpan lebih dari 10 tahun jika tetap kering dan tidak terkena udara lembap.

·        Kecap dan saus fermentasi lainnya justru makin lama disimpan, rasanya bisa makin kaya dan lezat.

4. Daging Asap dan Daging Asin (Lauk kering tahan lama)

Daging asap atau daging olahan menjadi dendeng dan bacon memang dibuat agar bisa bertahan lama. Terutama jenis daging yang diasap atau dikeringkan dengan benar, jika disimpan dalam wadah kering dan tertutup, bisa bertahan hingga puluhan tahun.

5. Bahan Makanan Kering 

Contohnya:

·        Kurma kering / buah kering

·        Jamur kering

·        Soun atau bihun

·        Tahu kering (fu zhu / kulit tahu kering)

Bahan-bahan ini bila dijaga tetap kering dan disimpan dalam wadah tertutup atau lingkungan rendah kelembapan, bisa disimpan hingga bertahun-tahun tanpa membusuk.

6. Makanan Kaleng

Makanan kaleng awalnya diciptakan untuk keperluan militer dan pelaut yang perlu makan bergizi saat jauh dari daratan.

Kini, jenisnya sangat beragam:

·        Kaleng buah

·        Kaleng daging olahan

·        Kaleng ikan

·        Bahkan sayur pun kini tersedia dalam bentuk kalengan

Masa simpan bervariasi antara 1 hingga 5 tahun, tergantung jenis dan kemasannya. Kaleng yang tidak penyok dan disimpan di tempat sejuk bisa bertahan sangat lama.

7. Minuman Beralkohol (Khasiat & Daya Tahan Tinggi)

Minuman seperti arak, anggur, bir, atau sake adalah hasil fermentasi biji-bijian atau buah-buahan.

·        Minuman beralkohol kadar tinggi (misalnya arak putih) selain bisa menjadi penghangat tubuh di musim dingin, juga bisa disimpan puluhan tahun selama botol tetap tertutup rapat.

·        Selain itu, alkohol juga memiliki sedikit kandungan antiseptik alami dan nilai gizi fermentasi.

8. Madu 

Madu adalah makanan alami yang sangat spesial. Kandungannya meliputi:

·        Gula sederhana (glukosa & fruktosa)

·        Vitamin

·        Mineral

·        Asam amino

Sifatnya yang anti-mikroba dan anti-jamur membuatnya tahan lama secara alami.

Bahkan dalam penggalian arkeologi, pernah ditemukan madu dalam guci berusia 2.000–3.000 tahun yang masih bisa dikonsumsi. Satu catatan penting: pastikan yang dibeli adalah madu murni, bukan “produk rasa madu”.

Kesimpulan:

Kita tidak tahu kapan kondisi darurat akan datang. Tapi kita bisa menyiapkan diri dengan menyimpan makanan-makanan kunci yang tahan lama, bergizi, dan praktis.(jhn/yn)

Meskipun kita tidak punya fasilitas penyimpanan seperti gudang bawah tanah Norwegia, dengan sedikit perencanaan dan pengetahuan, kita bisa menciptakan “cadangan hidup” yang aman dan sehat bagi keluarga kita di rumah.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine