Apple Tutup Toko di Tiongkok untuk Pertama Kalinya Seiring Meluasnya Pelemahan Pasar

Apple menutup toko di timur laut Tiongkok di tengah tantangan ekonomi yang lebih luas di sektor ritel yang sedang lesu.

EtIndonesia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan, Apple menutup salah satu tokonya di Tiongkok, seiring tekanan ekonomi yang semakin berat dan melemahnya daya beli di dalam negeri Tiongkok.

Toko yang berada di dalam mal Parkland, Kota Dalian, Tiongkok timur laut, akan ditutup setelah tanggal 8 Juli, menurut pengumuman di situs resmi Apple.

“Mengingat keluarnya sejumlah peritel dari mal Parkland, kami telah memutuskan untuk menutup toko kami di sana pada 9 Agustus 2025,” kata Apple dalam pernyataan kepada media domestik.

Keputusan ini muncul ketika ekonomi terbesar kedua di dunia tengah bergulat dengan tekanan deflasi yang memburuk, dipicu oleh kelebihan pasokan dan lemahnya permintaan domestik, ditambah lagi dengan perang tarif dengan Amerika Serikat.

Pertumbuhan penjualan ritel pada  Juni lebih rendah dari perkiraan. Bahkan, harga properti mencatat penurunan terbesar dalam delapan bulan terakhir, menurut data resmi.

Penutupan ini berdampak pada salah satu dari dua toko Apple di Kota Dalian; toko lainnya berada di kompleks Olympia 66, sekitar 10 menit dari lokasi Parkland. Apple menambahkan bahwa para karyawan dari toko Parkland akan ditawari posisi di gerai lainnya yang berdekatan.

Apple mengoperasikan 41 toko di seluruh Tiongkok, menurut situs web perusahaan. Jumlah ini mencakup kurang dari 10 persen dari total lebih dari 530 toko fisik Apple di seluruh dunia.

Data terbaru dari lembaga riset IDC menunjukkan bahwa pasar ponsel pintar Tiongkok mengalami kontraksi pada kuartal kedua tahun ini, dengan pengiriman (shipment) menurun di empat dari lima merek teratas akibat melemahnya permintaan konsumen.

Apple menempati peringkat kelima di pasar ponsel pintar Tiongkok, di bawah para pesaing lokal seperti Huawei, Vivo, Oppo, dan Xiaomi. Menurut IDC, raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu mengalami penurunan pengiriman sebesar 1,3 persen dari tahun ke tahun menjadi 9,6 juta unit pada kuartal kedua—penurunan yang lebih kecil dibandingkan kuartal pertama yang mencapai 9 persen—berkat penyesuaian harga pada varian iPhone 16 dan 16 Pro tertentu yang memenuhi syarat untuk subsidi pemerintah.

Pangsa pasar Apple naik menjadi 13,9 persen pada kuartal Juni, dari 13,7 persen pada kuartal Maret. Ini menandai kuartal kedelapan berturut-turut penurunan bagi Apple, menurut data IDC.

Sebagai perbandingan, Huawei memiliki pangsa pasar sekitar 18 persen, sementara Xiaomi sekitar 14 persen.

Sementara itu, Apple sedang merestrukturisasi rantai pasoknya dengan memindahkan produksi dari Tiongkok. India kini telah menggantikan Tiongkok sebagai pemasok ponsel pintar terbesar yang diimpor ke Amerika Serikat, menyumbang 44 persen dari total pengiriman pada kuartal kedua, dibandingkan dengan Tiongkok yang sebesar 25 persen, menurut firma riset Canalys.

Pemasok Apple di India menghasilkan sekitar 14 miliar dolar AS dari produksi iPhone selama tahun 2024—sekitar 14 persen dari total produksi global—dengan rencana ekspansi lebih lanjut di India dan Vietnam, di tengah ketegangan perdagangan yang lebih luas.

Reuters turut berkontribusi dalam laporan ini.

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine