Jus Bit Merah Menurunkan Tekanan Darah pada Orang Berusia di Atas 60 Tahun

Perubahan pada Bakteri Mulut Mungkin Membantu Lansia Mendapatkan Lebih Banyak Manfaat Jantung dari Makanan Kaya Nitrat

George Citroner

Jus bit menurunkan tekanan darah pada orang berusia 60 tahun ke atas, tetapi tidak memiliki efek pada orang yang lebih muda, menurut sebuah studi terbaru.

Jus bit kaya akan nitrat, yang dapat diubah menjadi nitrit oksida (nitric oxide), senyawa yang membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi jantung. Para peneliti menemukan bahwa orang lanjut usia memiliki campuran bakteri tertentu di dalam mulut mereka yang dapat membantu mengubah lebih banyak nitrat menjadi nitrit oksida.

Perbedaannya terletak pada bagaimana penuaan mengubah komposisi bakteri di dalam mulut—pergeseran ini menentukan apakah nitrat dari makanan dapat diubah menjadi nitrit oksida, senyawa yang dapat meningkatkan sirkulasi darah, fungsi jantung, dan performa olahraga.

“Penelitian ini adalah contoh luar biasa tentang bagaimana biosains dapat membantu kita memahami lebih baik hubungan kompleks antara pola makan, mikrobioma, dan penuaan yang sehat,” kata Lee Beniston, direktur asosiasi untuk kemitraan industri dan riset kolaboratif di Biotechnology and Biological Sciences Research Council, yang mendanai penelitian ini, dalam siaran pers.


Lebih Banyak Bakteri Bermanfaat pada Orang Lanjut Usia

Studi yang baru-baru ini diterbitkan di Free Radical Biology and Medicine ini membandingkan bagaimana orang dewasa muda dan lansia merespons konsumsi jus bit selama dua minggu.

Para peneliti dari Universitas Exeter merekrut 75 orang dewasa—39 orang di bawah usia 30 tahun dan 36 orang berusia 60 hingga 70-an—untuk uji coba terkontrol yang membandingkan efek jus bit pada kelompok usia yang berbeda.

Kedua kelompok usia mengalami perubahan pada bakteri mulut setelah mengonsumsi jus bit. Tekanan darah pada kelompok lansia yang awalnya lebih tinggi, turun setelah mengonsumsi jus kaya nitrat. Sementara itu, kelompok muda—yang tekanan darahnya sudah dalam rentang normal—tidak menunjukkan perubahan.

Pada kedua kelompok, bakteri berbahaya bernama Prevotella menurun, sementara bakteri Rothia-Streptococcus, yang dikenal mendukung kesehatan jantung, dan Neisseria, yang mendukung kesehatan otak, meningkat. Ketidakseimbangan antara bakteri baik dan buruk di mulut dapat menghambat konversi nitrat menjadi nitrit oksida, yang penting untuk kesehatan pembuluh darah dan pengaturan tekanan darah.

Yang menarik, kelompok lansia menunjukkan peningkatan jumlah bakteri baik setelah suplementasi jus bit, serta kadar nitrat yang lebih tinggi dalam darah mereka.

Para peneliti juga menguji efek penggunaan obat kumur antiseptik terhadap mikrobioma mulut dan dampaknya pada tekanan darah. Orang dewasa muda yang berkumur dengan obat kumur antiseptik dua kali sehari mengalami penurunan keragaman bakteri. Pembuluh darah mereka juga menjadi kurang responsif terhadap suplementasi jus bit.

Studi ini memperkuat pengamatan banyak profesional kedokteran gigi selama bertahun-tahun: “Kesehatan mulut memainkan peran penting dalam kesehatan sistemik, terutama pada populasi lansia,” kata Dr. Sandip Sachar, dokter gigi dan pemilik Sachar Dental di New York City, yang tidak terlibat dalam studi ini, kepada The Epoch Times.

Sachar mencatat bahwa perawatan gigi rutin dan kebiasaan kebersihan mulut yang konsisten juga berperan besar dalam membentuk komposisi mikrobioma mulut, termasuk keberadaan bakteri pengubah nitrat.

Kebersihan mulut yang baik adalah kunci untuk mempertahankan keseimbangan sehat bakteri di dalam mulut, di mana beragam mikroorganisme—termasuk yang bermanfaat—hidup. Menyikat gigi dan menggunakan benang gigi membantu mencegah pertumbuhan berlebihan bakteri jahat yang bisa menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit gusi, sekaligus mendorong pertumbuhan bakteri baik yang mendukung kesehatan mulut secara keseluruhan.

“Mendorong lansia untuk mengonsumsi lebih banyak sayuran kaya nitrat dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang yang signifikan,” kata penulis studi, Anni Vanhatalo, profesor di Universitas Exeter dengan gelar doktor di bidang fisiologi olahraga, dalam siaran pers.


Pendekatan Kesehatan yang Berbasis Makanan

Nitrat penting untuk kesehatan pembuluh darah karena membantu melancarkan aliran darah dengan membuat pembuluh darah rileks, sehingga tekanan darah menurun, kata Stephanie Schiff, ahli gizi terdaftar di Rumah Sakit Huntington Health, Northwell Health, yang tidak terlibat dalam studi ini, kepada The Epoch Times.

Ia mencatat bahwa sayuran berdaun hijau seperti bayam, selada romaine, adas (fennel), arugula, lobak, dan peterseli juga merupakan sumber nitrat yang kaya.

Cara memasak sayuran dapat membuat perbedaan besar dalam seberapa banyak nitrat yang dipertahankan.

Merebus menyebabkan kehilangan nitrat paling banyak karena nitrat larut ke dalam air rebusan, kata Schiff. “Paparan panas tinggi dalam waktu lama juga dapat menyebabkan nitrat terurai,” tambahnya. Schiff menyarankan metode memasak seperti mengukus, memanggang, dan menggunakan microwave agar kandungan nitrat tetap terjaga. Ia juga menekankan bahwa mengonsumsi sayuran kaya nitrat dalam keadaan mentah adalah cara terbaik untuk mendapatkan kadar nitrat tertinggi.

Penderita diabetes harus berhati-hati jika mengonsumsi jus bit, karena bisa meningkatkan kadar gula darah. “Bit utuh mengandung serat dan mungkin tidak meningkatkan gula darah sebanyak jus,” katanya, merekomendasikan pemantauan gula darah bagi penderita diabetes atau pradiabetes yang ingin mencoba produk bit.

“Studi ini membuka jalan bagi penelitian yang lebih besar untuk mengeksplorasi pengaruh faktor gaya hidup dan jenis kelamin biologis terhadap respons tubuh terhadap suplementasi nitrat dari makanan,” kata penulis bersama Andrew Jones, profesor fisiologi terapan di Universitas Exeter.

Adam Gilbert, pelatih nutrisi bersertifikat dan pendiri MyBodyTutor, layanan pelatihan kebugaran pribadi yang tidak terlibat dalam studi ini, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa temuan seperti ini adalah alasan ia percaya pada pendekatan kesehatan berbasis makanan.

“Obat-obatan mengelola gejala,” kata Gilbert. “Tetapi makanan menangani penyebabnya.” Saat kita rutin mengonsumsi sayuran kaya nitrat, kita tidak hanya mengelola tekanan darah—kita juga secara alami mendukung sirkulasi dan kesehatan jantung, tambahnya.

“Saya telah melihat klien mengurangi kebutuhan mereka akan obat tekanan darah hanya dengan lebih sering makan sayuran dan tetap aktif,” kata Gilbert, sambil menekankan bahwa makanan “memberikan manfaat, bukan efek samping.”

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine