Kebenaran Satu Abad
Beberapa tahun terakhir, banyak nasionalis muda Tiongkok di internet (little pink) telah menemukan semacam kodrat yang sulit dihindari, yaitu hampir semua teman lama Partai Komunis Tiongkok menghadapi kesialan yang tak terduga. Dari Saddam Hussein di Irak, Muammar Khadafi di Libya lebih dari satu dekade lalu, hingga Bashar al-Assad di Suriah dan Sheikh Hasina di Bangladesh dalam beberapa tahun terakhir, dan sekarang Ali Khamenei di Iran.
Mengapa PKT menyebut para diktator yang anti-AS atau pemimpin dengan kecenderungan diktator ini sebagai sahabat lama? Lalu mengapa sahabat lama-nya bagaikan kena kutukan sehingga mengalami berbagai kesialan?
Bashar al-Assad Melarikan Diri
Pada 8 Desember 2024, langit malam ibu kota Suriah Damaskus menjadi terang karena tembakan artileri. Di jalan-jalan dan gang-gang, para pemberontak meneriakkan slogan-slogan kemenangan atas keberhasilan menggulingkan Presiden Bashar al-Assad yang telah memerintah Suriah selama 24 tahun. Diktator yang dijuluki “tukang jagal” oleh Barat ini, terpaksa buru-buru naik pesawat untuk melarikan diri ke Rusia di tengah gemuruh rakyatnya.
Bashar al-Assad, penguasa bertangan besi yang telah menghancurkan banyak keluarga, kini hanyalah sosok yang melarikan diri dalam keputusasaan. Istananya dijarah dan prestisenya lenyap dalam sekejap.
Siapa sangka, lebih dari setahun yang lalu, tepatnya bulan September 2023, PKT masih memperlakukan Bashar sebagai tamu kehormatan, menggelar karpet merah, dan menjamunya dengan hangat. Selama Asian Games Hangzhou, karena terlalu sedikit kepala negara dan perdana menteri asing yang datang untuk mendukung acara tersebut, PKT tak segan-segan menyewa pesawat khusus untuk membawa keluarga Bashar al-Assad yang beranggotakan 5 orang dari Suriah ke Tiongkok, lalu menghantarkan mereka pulang dengan cara yang meriah.
PKT bahkan membuka pintu utama untuk keluarga Bashar al-Assad saat mengunjungi Kuil Lingyin yang sudah berusia lebih dari 1000 tahun, menggelar karpet merah dari gerbang kuil hingga aula utama. Xi Jinping menemui langsung di Wisma Negara Danau Barat, Hangzhou dan mengumumkan pembentukan Kemitraan Strategis PKT-Suriah, menyebutnya sebagai tonggak penting dalam hubungan bilateral. Kedua belah pihak juga menandatangani perjanjian kerja sama “One Belt One Road” dan menjanjikan pertukaran ekonomi dan teknologi.
Mengapa PKT memperlakukan “tukang jagal” yang terisolasi secara internasional ini dengan begitu sopan? Karena di mata PKT, Bashar al-Assad adalah sahabat baik yang sepemikiran, saudara dan mitra yang baik. Namun, pesta ini hanyalah awal dari hitungan mundur menuju kejatuhan Bashar al-Assad.
Para Pemimpin Hamas Mengalami “pemusnahan”
Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan teroris terhadap warga sipil Israel di Gaza yang menggemparkan dunia. Serangan itu menewaskan 1.195 orang, termasuk 815 warga sipil tak berdosa, dan menyandera 251 orang. Para korban tidak hanya warga Israel, tetapi juga orang-orang dari berbagai negara, termasuk Tiongkok.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan banyak negara dengan cepat mengutuk kekejaman Hamas, tetapi PKT tetap diam, hanya dengan enteng menyerukan agar semua pihak bersikap tenang dan menahan diri. Ini adalah sikap yang cenderung memihak ke Hamas.
Hamas telah didefinisikan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan banyak negara Barat. Mengapa PKT berpihak pada Hamas? Rakyat Tiongkok biasa pun tidak memahaminya. Lagipula, Hamas tidak dapat mewakili seluruh Palestina, padahal antara PKT dan Israel memiliki hubungan erat di masa lalu. Jawabannya sederhana: PKT ingin menimbulkan masalah di Timur Tengah untuk mengalihkan perhatian Amerika Serikat.
Namun, PKT tidak menyangka bahwa Israel akan memberikan serangan balik yang kuat kepada Hamas, sehingga Hamas hampir tidak memiliki kemampuan untuk melawan.
Israel melakukan operasi pemenggalan kepala terhadap para pemimpin Hamas. Setelah serangan mendadak pada 1 November 2024 tersebut, Israel memperlihatkan gambar 54 orang pemimpin Hamas yang semuanya tewas sebagai target serangan.
Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, penerusnya, Yahya Sinwar, Wakil Ketua Biro Politik, Saleh al-Arouri, Panglima Tertinggi Brigade Qassam, Mohammed Deif… tak satu pun dari mereka yang tersisa.
Menghadapi kekalahan Hamas yang tragis, sikap PKT berubah 180 derajat. Pada 20 Mei 2025, Xiao Jun, duta besar PKT untuk Israel, secara terbuka menyatakan: “KTindakan Hamas tidak manusiawi, tak termaafkan, dan keterlaluan.” Ini adalah pertama kalinya PKT secara terbuka mengutuk Hamas satu setengah tahun setelah Hamas menyerang Gaza.
Mengapa PKT berubah sikap begitu cepat? Karena situasi di Timur Tengah telah berubah. Angkatan bersenjata Houthi yang didukung Iran berhenti mengancam jalur pelayaran Laut Merah, dan Amerika Serikat juga berhenti mengebom Houthi. Presiden AS Trump mengunjungi Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab untuk kembali mempromosikan perdamaian dan kerja sama di Timur Tengah. Iran benar-benar terisolasi, dan angan-angan PKT gagal. PKT terpaksa mengubah ucapan supaya tidak kelihatan sendirian.
Rezim Sheikh Hasina Jatuh
Pada 5 Agustus 2024, massa yang marah mengepung Kantor Perdana Menteri di Dhaka, ibu kota Bangladesh. Sheikh Hasina, Perdana Menteri wanita “bertangan besi” berusia 76 tahun, yang menjabat sebagai Perdana Menteri Bangladesh lima kali, naik helikopter militer untuk melarikan diri ke India di tengah protes publik.
Hasina, sahabat lama PKT yang memerintah Bangladesh selama 20 tahun, kehilangan kekuasaan dengan cara yang begitu menyedihkan.
Pada awal 2016, Xi Jinping mengunjungi Bangladesh untuk menggolkan Koridor Ekonomi Bangladesh-Tiongkok-India-Myanmar yang merupakan penghubung penting dari inisiatif Sabuk dan Jalan di Asia Selatan. PKT memberikan pinjaman lebih dari USD. 24 miliar kepada Bangladesh, yang merupakan kredit luar negeri terbesar dalam sejarah Bangladesh. Pada tahun 2022, PKT menjadi sumber investasi asing terbesar bagi Bangladesh, menyumbang 65% dari total investasinya.
Pada 10 Juli 2024, Hasina mengunjungi Beijing, dan PKT mengumumkan rencana meningkatkan hubungan PKT-Bangladesh menjadi kemitraan strategis komprehensif. Kedua belah pihak menandatangani 28 perjanjian perdagangan dan investasi, dan PKT juga berjanji untuk membebaskan tarif sebesar 98% atas komoditas yang diimpor dari Bangladesh.
Namun semua ini hanya seperti asap yang hilang tertiup angin. Pada hari ke-26 setelah kunjungan Hasina ke Beijing dan menandatangani 28 perjanjian itu, protes nasional meletus di Bangladesh, dan rezim Hasina runtuh. Sahabat lama PKT ini juga menjalani kodrat yang sama.
Ali Khamenei Berada dalam Bayangan Takut
Pada 13 Juni 2025, Israel melancarkan serangan udara yang bersifat mendahului terhadap Iran. Karena sistem pertahanan udara Iran sama sekali tidak berfungsi, sehingga wilayah udaranya bebas untuk keluar masuknya pembom Israel. Fasilitas nuklir, badan intelijen militer, pangkalan rudal, depot minyak besar, dan bahkan stasiun televisi nasional satu demi satu mengalami pemboman.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, diktator yang telah memerintah Iran selama 36 tahun, bersembunyi di bunker bawah tanah di Teheran, tetapi tetap tak luput dari serangan presisi Israel. Hampir seluruh tim intinya menjalani “pemenggalan”: Mayor Jenderal Hossein Salami, Panglima Tertinggi Garda Revolusi, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata, Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh, Menteri Pertahanan… Setidaknya 10 ilmuwan nuklir juga tewas dalam serangan udara tersebut.
Khamenei adalah sahabat lama terpenting Partai Komunis Tiongkok di Timur Tengah. Pada tahun 2021, PKT dan Iran menandatangani perjanjian kerja sama komprehensif selama 25 tahun, dan Partai Komunis Tiongkok berjanji untuk berinvestasi sebesar USD. 400 miliar. 90% minyak Iran diekspor ke Tiongkok. Partai Komunis Tiongkok juga diam-diam mendukung program nuklir Iran melalui teknologi, bakat, dan peralatan.
Di balik kemajuan nuklir Iran, terdapat dukungan teknologi dan bakat yang telah diberikan Partai Komunis Tiongkok selama bertahun-tahun. Misalnya, inti sistem komando pertahanan udara Negah Iran adalah sistem komando dan kendali pertahanan udara JY-10 dari Partai Komunis Tiongkok. Partai Komunis Tiongkok membantu Iran mengembangkan program nuklirnya dari awal tahun 1980-an hingga 1997, dan juga membantu Iran mendirikan Pusat Penelitian Nuklir Isfahan. Kedua negara menandatangani perjanjian kerja sama nuklir pada tahun 1990, dan pada tahun 1991, Partai Komunis Tiongkok mengirimkan satu ton uranium heksafluorida (UF6) ke Iran.
Menurut laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pada Agustus 2024, cadangan uranium yang diperkaya Iran hampir setara dengan empat bom nuklir. Para ahli memperingatkan bahwa Iran tinggal selangkah lagi mencapai produksi tingkat uranium yang diperkaya untuk senjata.
Iran dianggap oleh Amerika Serikat dan banyak sekutunya sebagai sumber terorisme terpenting di Timur Tengah. Iran merupakan pendukung terbesar organisasi-organisasi teroris penting di Timur Tengah, seperti Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran, Hamas, Hizbullah di Lebanon, angkatan bersenjata Houthi di Yaman, Partai Pekerja Kurdistan, Organisasi Jihad Islam, dan milisi Syiah di Suriah dan Irak.
Iran telah melakukan banyak serangan teroris di Timur Tengah, baik secara langsung maupun melalui proksinya di Lebanon, Suriah, Irak, Yaman, dan Gaza.
Iran mendukung organisasi-organisasi teroris di Timur Tengah yang anti-Israel. Iran bahkan berjanji untuk menghapus Israel dari muka bumi, dan kemungkinan Iran akan segera memproduksi senjata nuklir, semua faktor ini membuat Israel sangat merasakan ancaman nyata yang ditimbulkan Iran terhadap keamanan nasional Israel.
Israel tidak punya pilihan selain menyerang lebih dulu. Kediktatoran Khamenei yang telah berlangsung selama 36 tahun kini runtuh. Sahabat lama PKT ini mungkin akan menjadi diktator berikutnya yang jatuh.
Kesimpulan
Mengapa para sahabat lama PKT berjatuhan satu demi satu? Ada sebuah pepatah lama yang artinya: “Burung-burung yang sejenis dapat berkumpul bersama. Orang-orang yang memiliki minat, ide, atau karakteristik yang sama cenderung mencari atau bergaul satu sama lain”.
Untuk bersaing dengan Amerika Serikat dalam memperebutkan hegemoni global, PKT tidak ragu untuk bersekutu dengan para diktator dan organisasi teroris, berharap mereka akan mengekang Amerika Serikat di Timur Tengah, Asia Selatan, Afrika, dan tempat-tempat lain serta mendukung ambisi global PKT.
Para diktator dan organisasi teroris ini juga ingin memiliki dukungan kuat seperti PKT, karena PKT berjanji akan memberi mereka banyak bantuan secara terbuka maupun diam-diam. Selain itu juga akan menggalang dukungan bagi mereka di organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Namun sejarah telah membuktikan bahwa otokrasi dan kediktatoran adalah jalan yang ditakdirkan untuk gagal.
Saddam dan Gaddafi meninggal secara tragis, Bashar al-Assad dan Hasina melarikan diri, dan kehancuran Ali Khamenei sudah dekat. Tragedi yang dialami teman lama PKT ini bukan hanya takdir pribadi mereka, tetapi juga sebuah peringatan bagi PKT.
Ketika teman-teman diktator itu tumbang satu per satu, strategi global PKT pun akan menghadapi jalan buntu. Keadilan mungkin terlambat, tetapi tak akan pernah absen. Menurut Anda, siapakah yang akan menjadi korban berikut di antara segelintir teman lama PKT yang tersisa? (***)


