Banjir Topan Melanda Zhejiang, Tiongkok, Membanjiri Rumah-rumah dan Mengubah Bus Menjadi Perahu Angkutan Umum

Sebagai akibat dampak topan Co-may, Ningbo, Zhejiang, mengalami hujan deras dan banjir di banyak daerah. Sebuah jembatan berusia lebih dari 30 tahun hancur oleh banjir. Banjir tersebut mendobrak pintu rumah seorang penduduk desa, dan lemari es serta sofa hanyut.

EtIndonesia. Pada 30 Juli 2025, Topan “Co-may” mendarat di Zhoushan, Zhejiang, dan kemudian di Shanghai, membawa angin kencang dan hujan lebat ke mana pun ia lewat. Banyak wilayah di Ningbo, Zhejiang, dilanda hujan deras dan banjir.

Video menunjukkan genangan air yang luas di pusat kota Ningbo, dengan kendaraan melaju di jalanan seperti perahu dan pejalan kaki mengarungi air.

Pada 31 Juli, seorang netizen Ningbo dengan nama “Halaman Yueyue” mengunggah video yang meratapi, “Sejarah berulang dengan keteraturan yang mengejutkan. Ini Ningbo Semporna. Ya ampun, banjirnya naik lagi.”

Video tersebut menunjukkan seluruh halaman terendam banjir, dengan perabotan terendam. Seorang perempuan muda yang mengenakan sepatu karet berdiri di aula utama. Karung pasir telah ditumpuk di pintu masuk untuk mencegah banjir, tetapi tampaknya tidak banyak gunanya.

Beberapa netizen berkomentar di kolom komentar bahwa halaman tersebut terendam banjir tahun lalu dan tahun ini juga.

Video lain menunjukkan bahwa di Ningbo hari ini, Anda dapat melihat “laut” tanpa perlu keluar rumah. Warga yang naik bus merasakan arus deras. Netizen yang merekam video tersebut menggambarkannya seperti sedang naik “perahu angkutan umum”.

Beberapa warga yang merekam video tersebut berseru, “Topan  luar biasa dahsyatnya. Seluruh jalan di Ningbo terendam banjir.” Mereka tercengang saat tiba di lokasi kejadian.

Kota Yuyao di Ningbo terletak di daerah dataran rendah, dan topan tersebut menyebabkan banjir parah. Rekaman video menunjukkan bahwa pada  30 Juli, banjir melanda Desa Yuanma di Kota Lubu, Kota Yuyao, menghancurkan Jembatan Hongshan yang berusia 30 tahun.

Air yang deras juga menyapu rumah-rumah di desa tersebut. Seorang warga berkata, “Pintu depan terhempas, dan kulkas serta sofa tersapu.”

Air banjir kini telah surut, dan penduduk desa telah kembali ke rumah mereka yang hancur dan membersihkan lumpur serta puing-puing. (Hui/asr)

Luo Tingting/ Wen Hui – NTDTV

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine