Kamboja Nominasikan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian Dunia

EtIndonesia. Baru-baru ini, terjadi konflik di perbatasan Thailand dan Kamboja. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara pribadi menelepon untuk mendorong tercapainya gencatan senjata. Pada Jumat (1 Agustus), Wakil Perdana Menteri Kamboja menyatakan akan mencalonkan Presiden AS Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian, sebagai penghargaan atas perannya dalam mengakhiri perang antara Kamboja dan Thailand secara damai. Jika Trump berhasil meraih penghargaan tersebut, ia akan menjadi Presiden AS kelima yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian.

 “Kami harus mencalonkan dia, Donald Trump, sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian,” kata Wakil Perdana Menteri Kamboja, Sun Chanthol. 

Pemerintah Kamboja secara resmi mengumumkan pada 1 Agustus bahwa mereka akan mencalonkan Presiden AS Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Hal demikian sebagai bentuk pengakuan atas upayanya dalam mengakhiri konflik antara Kamboja dan Thailand.

Wakil PM Sun Chanthol menyampaikan bahwa tanpa campur tangan Presiden Trump, kedua negara kemungkinan tidak akan mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Pada 26 Juli, Presiden Trump menyatakan di media sosial bahwa ia telah menelepon Pejabat Perdana Menteri Thailand,  Phumtham Wechayachai dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet. Trump juga menjadikan kesepakatan gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand sebagai syarat untuk menurunkan “tarif balasan” perdagangan.

Selanjutnya, pada 28 Juli, para pemimpin Kamboja dan Thailand sepakat untuk melakukan gencatan senjata.

Pada 31 Juli, pemerintahan Trump mengumumkan bahwa tarif impor untuk produk dari kedua negara akan diturunkan menjadi 19%, jauh di bawah tarif sebelumnya sebesar 36%.

Presiden AS Donald Trump berkata:  “Saya bukan mengatakannya karena sombong, tapi saya telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian.”

Tak hanya Kamboja, pada awal Juli, Israel juga mencalonkan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Ini sebagai pengakuan atas peran Trump dalam mendorong penghancuran senjata nuklir Iran. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara pribadi menyerahkan surat nominasi kepada Trump.

 “Saya ingin menunjukkan kepada Anda, surat yang saya kirim ke Komite Nobel. Surat ini mencalonkan Anda untuk Hadiah Perdamaian. Ini sepenuhnya pantas. Anda layak menerima penghargaan ini,” katanya.  (Hui/asr)

Laporan oleh reporter New Tang Dynasty TV, An Qi dan Liu Fei

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine