Panduan Menghadapi Masa-masa Suram dalam Hidup

  

EtIndonesia. Banyak orang tidak menyukai perubahan. Mereka lebih memilih mempertahankan situasi yang sudah ada. Namun menurut psikolog Holmes dan Rahe, entah itu kejadian buruk seperti kehilangan pasangan atau sakit, atau pun hal baik seperti pernikahan atau promosi kerja—selama itu adalah perubahan, maka pasti akan menimbulkan tekanan. Bahkan, perubahan ini bisa berpengaruh pada kondisi fisik maupun mental seseorang.

Masalahnya, hidup justru selalu berubah. Maka dari itu, kita tidak bisa menghindarinya. Yang bisa kita lakukan adalah belajar menerima keadaan, bahkan mulai menyukainya. 

Berikut delapan strategi yang bisa kamu gunakan saat menghadapi masa-masa sulit:

1. Jangan Langsung Bertindak

Apa yang pertama kali kamu lakukan setelah kehilangan pekerjaan? Langsung kirim lamaran kerja? Atau malah memutuskan istirahat?

 Faktanya, saat terjadi hal tak terduga, duduk sebentar dan kelola emosimu terlebih dahulu akan jauh lebih efektif dibanding buru-buru “bergerak cepat”.

2. Jaga Rutinitas Harian

Perubahan sering kali mengacaukan rutinitas kita. Akibatnya, pikiran dan tubuh jadi kehilangan titik tumpu.

Padahal, makan dengan teratur dan menjaga kebersihan rumah seringkali jauh lebih berguna daripada mengorbankan semuanya demi mengejar perubahan yang belum jelas hasilnya.

3. Abaikan “Alarm” di Otakmu

Di otak manusia, ada bagian yang disebut “otak reptil”—bagian paling primitif yang selalu memberi sinyal “bahaya!” terhadap hal-hal baru. Di zaman modern, mekanisme ini justru sering membuat kita panik dan mudah marah.

Jadi, saat hatimu mulai berdebar dan napas sesak karena perubahan, katakan pada diri sendiri: “Ini tidak separah yang kupikirkan.”


4. Lupakan Kecerdasan dan Pengalamanmu

Ahli bahasa terkenal, Orton Becker, pernah berkata bahwa semakin merasa pintar seseorang, semakin keras kepala.

Saat menghadapi perubahan besar, coba turunkan ego, lupakan “aku sudah tahu segalanya”, dan hadapilah hidup seperti pemula. Ajukan pertanyaan yang terdengar polos, pertimbangkan hal-hal yang kelihatannya mustahil, dan dengarkan pandangan yang sebelumnya kamu anggap “nggak masuk akal.”

5. Rasakan Sejenak “Ketakutan” Itu

Banyak orang tidak tahu apa sebenarnya yang mereka inginkan—karena mereka terlalu takut pada perubahan.

Padahal, cobalah hal yang selama ini kamu takuti, misalnya naik panggung dan tampil di depan umum. Setelah kamu melewati rasa takut di awal, siapa tahu kamu justru menemukan dunia baru yang sangat menyenangkan!

6. Pertanyakan Hal yang Dianggap “Biasa”

Beberapa tahun lalu, semua orang bilang: “Ambil gelar MBA, pasti gampang cari kerja.”

Sekarang? Banyak yang bilang: “MBA udah nggak ada gunanya.”

Apa artinya ini? Bahwa “kata orang” bukan patokan hidupmu. Saat harus membuat keputusan besar, jangan ikut-ikutan tren. Kadang, justru dengan melawan arus, kamu bisa menemukan strategi yang paling cocok untuk dirimu sendiri.

7. Belajar Berdamai dengan Ketidakpastian

Saat memasuki fase hidup yang baru, kamu akan lama hidup berdampingan dengan rasa tidak pasti.

Itu normal. Kamu mungkin merasa gugup, takut, tidak tenang. Tapi ingat, rasa tidak nyaman bukan karena kamu salah jalan, melainkan karena kamu sedang belajar sesuatu yang baru.

8. Ucapkan Lebih Sering: “Oh ya?” atau “Benarkah?”

Perubahan mendadak dalam hidup sering membuat orang di sekitarmu merasa terganggu, terutama mereka yang diam-diam merasa hidupnya tidak begitu baik. 

Melihatmu naik pangkat atau maju, mereka bisa merasa terancam dan mulai memberi “peringatan”:

“Di tempat kerja baru nanti pasti banyak tekanan.”

 “Yakin kamu bisa cocok di lingkungan baru?”

Kalimat seperti itu seolah-olah perhatian, tapi kadang justru untuk menakut-nakutimu agar mundur.

Saat menghadapi mereka, cukup ucapkan dengan tenang: “Oh ya?” atau “Benarkah?”

Kata-kata itu akan menciptakan batas yang sehat antara kamu dan rasa pesimis dari luar.

Kesimpulan

Jika kamu bisa menenangkan diri, menjaga rutinitas, menurunkan ego, dan bersikap terbuka, maka kamu akan menemukan bahwa masa-masa sulit hanyalah bagian dari jalan panjang menuju kehidupan yang lebih baik. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine