Kondisi Tragis Sandera di Gaza Terungkap, PM Israel Bersumpah Hancurkan Hamas

Etindonesia. Baru-baru ini, sebuah video yang memperlihatkan kondisi tragis sandera Israel yang ditahan di terowongan Gaza beredar luas. Dalam video tersebut, para sandera tampak kurus kering dan mengalami penderitaan luar biasa, mengguncang masyarakat internasional. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan mencapai semua tujuan perang di Gaza, termasuk menghancurkan Hamas dan membebaskan semua sandera.

“Saya sedang menggali kuburan saya sendiri, saya bisa berbaring di dalamnya. Sungguh, setiap hari yang berlalu membuat hidup saya semakin singkat. Waktu saya tidak banyak lagi,” kata Eviyatar David, sandera Israel. 

“Ini, ini adalah makanan untuk dua hari. Satu kaleng penuh ini untuk dua hari agar saya tidak mati kelaparan.”

Sebuah video yang dirilis kelompok Hamas pada  Sabtu lalu menunjukkan Eviyatar David, sandera Israel yang ditahan di dalam terowongan Gaza, tampak tulang-belulang dan sedang menggali kuburannya sendiri.

Sehari sebelumnya, kelompok Jihad Islam juga merilis video yang menunjukkan seorang sandera Israel telah ditahan di Gaza selama dua tahun, dan menderita akibat kelaparan dan penyakit.

Rom Braslavsky, sandera Israel lainnya, mengatakan: “Kaki saya sangat sakit, saya tidak bisa berdiri, bahkan tidak bisa ke kamar mandi. Makanan dan air saya sudah habis. Dulu mereka masih memberi sedikit, tapi hari ini tidak ada apa-apa.”

Video kondisi sandera tersebut mengguncang masyarakat Israel. Kekejaman Hamas juga memicu kemarahan dunia internasional.

Pada Senin, Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa ia akan berangkat ke New York untuk menghadiri rapat khusus Dewan Keamanan PBB mengenai isu sandera, yang ia inisiasi sendiri.

Menlu Israel, Israel Katz menyatakan: “Hamas dan Jihad Islam menggunakan kelaparan dan penyiksaan terhadap sandera sebagai bagian dari kampanye propaganda sadis yang disengaja dan terencana. Mereka juga ikut menyebarkan narasi palsu tentang ‘kelaparan di Gaza’.”

“Masyarakat internasional harus membuat para teroris membayar harga. Dunia harus menghentikan penculikan warga sipil.”

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Israel Netanyahu menyatakan akan mengadakan rapat kabinet keamanan minggu ini, untuk membahas operasi militer di Gaza dalam rangka mencapai seluruh tujuan perang.

Netanyahu menegaskan: “Kita harus tetap bersatu dan terus berjuang bersama untuk mencapai seluruh tujuan perang kita: mengalahkan musuh, membebaskan para sandera, dan memastikan Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel.”

Sementara itu, juru bicara internasional militer Israel, Nadav Shoshani, menyatakan bahwa militer Israel berkomitmen untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, dan bersumpah akan menghancurkan Hamas serta menyelamatkan para sandera.

Nadav Shoshani mengatakan: “Saya percaya Hamas sangat terdorong oleh perhatian dunia terhadap klaim mereka bahwa Israel membuat Gaza kelaparan — ini adalah narasi yang salah. Kami tetap berpegang pada tujuan perang kami: menghancurkan Hamas dan membebaskan sandera.” (Hui/asr)

oleh: Zhao Fenghua | NTD

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine