Perang Rusia-Ukraina Memanas: Gudang Minyak Rusia Diserang, Api Membumbung Tinggi

Akhir pekan lalu, drone Ukraina melakukan serangan mendadak pada malam hari ke gudang minyak di Sochi, kawasan wisata Laut Hitam Rusia. Dua tangki minyak meledak dan terbakar, seluruh penerbangan di bandara Sochi dihentikan. Militer Ukraina juga menyerang wilayah Crimea. Serangan ini berhasil menghantam 5 jet tempur Rusia. Pertempuran antara Rusia dan Ukraina semakin sengit, dan Rusia tampaknya sama sekali tidak peduli dengan tenggat waktu gencatan senjata yang ditetapkan oleh Presiden Trump.

EtIndonesia.  Api membumbung tinggi ke langit, asap tebal menyelimuti. Pada  Minggu (3 Agustus) dini hari, drone Ukraina melancarkan serangan malam ke sebuah gudang minyak di dekat Sochi, kawasan wisata Laut Hitam Rusia. Dua tangki minyak terbakar. Saat ini, semua penerbangan di Bandara Sochi telah dihentikan total.

Gubernur Wilayah Krasnodar, Veniamin Kondratyev, menyatakan bahwa puing-puing drone menghantam tangki minyak, menyebabkan kebakaran besar. Sebanyak 127 petugas pemadam kebakaran dan 35 unit mobil pemadam dikerahkan. Api telah berhasil dikendalikan.

Ukraina mengkonfirmasi serangan ke Sochi, dan juga menyatakan bahwa mereka telah melancarkan serangan drone ke wilayah Crimea yang diduduki Rusia, menghantam 5 pesawat tempur milik Rusia, dengan satu di antaranya dihancurkan total.

Menurut laporan Associated Press (AP), Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa hingga Minggu malam, sistem pertahanan udara Rusia telah menjatuhkan 93 drone Ukraina di wilayah Rusia dan di atas Laut Hitam. Namun, jumlah total drone yang dikerahkan Ukraina belum diketahui.

Angkatan Udara Ukraina mengkonfirmasi bahwa Rusia meluncurkan total 76 drone dan 7 rudal, dari jumlah tersebut 60 drone dan 1 rudal berhasil ditembak jatuh. Namun, 8 lokasi di Ukraina tetap terkena serangan.

Saat ini, batas waktu yang ditetapkan oleh Presiden Trump kepada Putin untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata semakin dekat. Ditambah lagi dengan komentar kasar dari mantan Presiden Rusia pekan lalu, Trump kemudian memerintahkan dua kapal selam nuklir AS menuju perairan terkait, membuat hubungan AS–Rusia makin tegang.

“Jika batas waktunya telah tiba dan kedua belah pihak belum juga menghentikan perang, dan Rusia tetap tidak mau menghentikan konflik yang menewaskan ribuan tentara setiap hari, maka Presiden Trump akan menjatuhkan sanksi sekunder terhadap negara-negara yang membeli minyak dari Rusia. Ini termasuk Tiongkok (PKT), India, dan Brasil, yang jelas-jelas sedang mendanai perang ini,” kata Matthew Whitaker, Duta Besar AS untuk NATO. 

Pada  Minggu, Trump menyatakan bahwa Utusan Khusus Timur Tengah, Steve Witkoff, akan berkunjung ke Rusia minggu ini untuk membantu menengahi perjanjian gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina. (Hui/asr)

oleh: Li Jiayin | NTD

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine