EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang pria di Provinsi Henan, Tiongkok mengunggah video yang memperlihatkan bahwa ponsel lipat Huawei Mate X6 yang baru dibelinya tiba-tiba meledak. Akibat insiden tersebut, wajah dan tiga jari tangannya terluka. Saat ia mendatangi gerai Huawei untuk meminta ganti rugi dan penjelasan, pihak toko terus menghindar dan tidak memberikan solusi. Pria tersebut kemudian mengunggah video untuk membeberkan kejadian ini ke publik daratan Tiongkok.
Dalam video yang beredar di internet, pria tersebut berdiri di depan sebuah gerai Huawei dan berkata: “Tanggal 11 Juli 2025 saya beli ponsel Huawei Mate X6 edisi kolektor ini dari toko ini. Baru dipakai 8 hari, pada 19 Juli, ponsel meledak saat saya menerima telepon—bahkan belum sempat dijawab.”
“Tiga jari tangan saya luka, wajah saya juga terbakar. Saya membuat video ini untuk menarik perhatian masyarakat, agar hati-hati dengan Huawei X6 ini.”
Dalam video tersebut, ia menunjukkan jari tangannya yang terluka dan nota pembelian ponsel.
Ia menyatakan bahwa ponsel tersebut baru digunakan selama 8 hari sebelum meledak. Ketika ia mendatangi toko untuk meminta pertanggungjawaban, pihak toko terus mengelak dan hingga kini belum ada penyelesaian.
7月26日,河南男子拍視頻說,自己新買的華為手機爆炸,商家百般推諉,無人處理。 pic.twitter.com/SWWBWiyg3E
— ying tang (@yingtan04410735) August 6, 2025
Selama proses perekaman video, seorang karyawan wanita dari dalam toko Huawei muncul dan mencoba menghentikan pengambilan gambar, namun dengan cepat kembali masuk ke dalam toko.
Huawei selama ini mengklaim bahwa teknologinya “jauh lebih unggul”. Namun, berbagai model ponsel lipatnya terus-menerus mengalami kerusakan, dan banyak pengguna yang gagal mendapatkan solusi di toko. Akibatnya, mereka membongkar masalah ini ke publik, sambil memperingatkan masyarakat agar tidak terjebak propaganda “nasionalisme semu” yang digembar-gemborkan Huawei.
華為售價一萬多的手機,屏幕不動了,用戶自爆“寒心了,有人要嗎,白給。” pic.twitter.com/qNreAGuGDa
— ying tang (@yingtan04410735) August 6, 2025
Pada 25 Juli, seorang netizen mengunggah video sambil berkata: “Katanya unggul jauh, sial… Layar wallpaper hilang sendiri, layar besar tiba-tiba gak bisa disentuh. HP ini harganya lebih dari 10 ribu yuan, tapi bikin kecewa berat. Mau ambil gratis juga silakan.”
Dalam video tersebut, ia juga menunjukkan ponsel Huawei Mate X6.
6月26日,四川女子新買的華為折疊手機無故漏液,商家回覆把她氣壞。 pic.twitter.com/MPncFek0ci
— ying tang (@yingtan04410735) August 6, 2025
Seorang wanita dari Sichuan yang juga membeli Huawei Mate X6 melaporkan bahwa ponselnya bocor cairan (leak) padahal tidak pernah jatuh atau rusak, dan baru dibeli dua bulan.
Saat ia menghubungi gerai Huawei, pihak toko menyalahkan pengguna, mengklaim bahwa kerusakan terjadi karena kelalaian pribadi, meskipun ponsel masih dalam masa garansi satu tahun. Mereka menyuruh sang wanita membayar sendiri biaya perbaikan, yang membuatnya sangat marah.
Ia meminta laporan hasil pemeriksaan teknis, namun karyawan tidak bisa menunjukkan bukti apa pun. Wanita itu pun menuduh Huawei melakukan penipuan dan membohongi konsumen dengan dalih pemeriksaan kualitas.
Huawei adalah perusahaan yang memiliki latar belakang militer Partai Komunis Tiongkok (PKT), telah lama dituduh melakukan spionase dan pengumpulan data ilegal. Perusahaan in telah dijatuhi sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat. Namun, di dalam negeri, Huawei justru dipuja-puji oleh pemerintah Tiongkok.Perusahaan ini memanfaatkan sentimen nasionalisme untuk menjual produknya.
Sayangnya, kualitas produk Huawei kini makin diragukan. Semakin banyak pengguna yang mengungkapkan di internet bahwa ponsel Huawei mengalami ledakan, kebocoran cairan, dan kerusakan lainnya, sementara perusahaan terus mengelak dari tanggung jawab dan enggan menanggapi keluhan konsumen. Akibatnya, semakin banyak warga daratan Tiongkok yang mulai memboikot produk Huawei. (Hui/asr)
Laporan oleh Luo Tingting / Wen Hui – NTDTV


