- Demi menghadapi meningkatnya ancaman Partai Komunis Tiongkok (PKT) di kawasan Indo-Pasifik, Australia akan menggelontorkan 10 miliar dolar Australia untuk membeli 11 kapal fregat canggih dari Mitsubishi Heavy Industries Jepang. Ini menjadi ekspor senjata terbesar Jepang sejak Perang Dunia II.
- Sementara itu, India dan Filipina baru-baru ini menggelar latihan gabungan angkatan laut untuk pertama kalinya di Laut Tiongkok Selatan, yang memicu kemarahan Beijing. Kapal-kapal militer PKT bahkan mengikuti mereka sepanjang latihan.
EtIndonesia. Pengumuman pemerintah Australia pada Selasa (5/8/2025) menyebutkan Mitsubishi Heavy Industries Jepang akan mulai mengirimkan 11 fregat multi-peran versi upgrade kelas Mogami kepada Angkatan Laut Australia mulai tahun 2029.
Kontrak akhir dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi pada awal 2026, dan Australia akan membayar total 10 miliar dolar Australia secara bertahap dalam kurun waktu sepuluh tahun.
Laporan menyebutkan bahwa kapal perang canggih ini memiliki sistem otomatisasi tinggi, mampu meluncurkan rudal jelajah jarak jauh Tomahawk, serta memiliki kemampuan peperangan anti-kapal selam, anti-kapal permukaan, dan pertahanan udara.
Kapal ini hanya memerlukan 90 personel untuk mengoperasikannya, yaitu kurang dari separuh jumlah awak yang dibutuhkan oleh kapal perang yang ada saat ini.
Australia berencana menempatkan kapal-kapal perang baru ini untuk melindungi jalur perdagangan maritim penting, khususnya di kawasan perbatasan antara Samudra Hindia dan Pasifik.
Menghadapi aktivitas militer Tiongkok yang semakin agresif di kawasan tersebut, Australia tengah melakukan reformasi militer besar-besaran dengan fokus pada penguatan kemampuan tempur jarak jauh angkatan laut. Targetnya, dalam waktu sepuluh tahun ke depan jumlah kapal utama akan ditingkatkan dari 11 menjadi 26 unit.
Bagi Jepang, perjanjian ekspor senjata bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam memperdalam kerja sama keamanan bilateral dengan Australia, di luar aliansi tradisional Jepang-Amerika Serikat. Jepang dan Australia sama-sama anggota forum “Quadrilateral Security Dialogue” atau Quad, bersama Amerika Serikat dan India. Organisasi ini bertujuan menyeimbangkan dan membendung pengaruh militer Tiongkok yang terus meluas di kawasan Indo-Pasifik.
Sementara itu, India dan Filipina pada Minggu (3 Agustus) menyelesaikan patroli dan latihan angkatan laut gabungan pertama mereka selama dua hari di Laut Tiongkok Selatan. Militer Filipina menyebutkan bahwa selama patroli, salah satu kapal perang mereka berada hanya sekitar 25 mil laut (sekitar 46 kilometer) dari kapal perang Tiongkok.
Meskipun India dan Filipina pernah mengadakan latihan militer di Laut Tiongkok Selatan sebelumnya, ini adalah kali pertama India ikut serta dalam operasi maritim gabungan Filipina.
Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan koordinasi militer kedua negara, sekaligus menyatakan dukungan terhadap Filipina di tengah meningkatnya ketegangan dengan Tiongkok. (Hui/asr)
oleh Liu Jiajia, NTD Television, dari Amerika Serikat


