EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, sekaligus memaparkan syarat gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina. Pada hari yang sama, Armenia dan Azerbaijan secara resmi menandatangani perjanjian damai yang dimediasi langsung oleh Trump, mengakhiri konflik berdarah yang telah berlangsung selama 35 tahun.
Koridor Strategis Bernama “Trump” di Kawasan Bekas Uni Soviet
Kesepakatan damai ini mencakup penyelesaian sengketa wilayah yang selama puluhan tahun menjadi sumber perang. Sebagai bagian dari perjanjian, akan dibangun koridor sepanjang 43 kilometer melintasi Armenia, yang diberi nama “Jalan Internasional Perdamaian dan Kemakmuran Trump”.
Hak pengelolaan koridor tersebut diberikan kepada perusahaan Amerika Serikat untuk jangka waktu 99 tahun. Media menyebutnya “Koridor Trump”, yang dinilai memiliki nilai strategis tinggi karena berada di kawasan bekas Uni Soviet dan menjadi salah satu batas selatan penting bagi Rusia.
Trump menegaskan bahwa Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan dan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev akan diundang ke Gedung Putih untuk menandatangani perjanjian damai secara resmi.
“Pemerintahan saya sudah lama berkomunikasi dengan kedua pihak. Keinginan terbesar saya adalah membawa perdamaian dan stabilitas bagi dunia,” ujar Trump.
Nominasi Hadiah Nobel Perdamaian
Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev bahkan menyatakan akan mengusulkan Trump sebagai kandidat Hadiah Nobel Perdamaian, menjadikannya negara keempat yang mengajukan nominasi tersebut setelah Israel, Kamboja, dan Pakistan.
Juru Bicara Gedung Putih, Levitt, menyebut Trump memang pantas mendapatkan Nobel Perdamaian.
“Sejak kembali menjabat pada 20 Januari, beliau berhasil mencapai setidaknya satu kesepakatan damai atau gencatan senjata setiap bulan,” ungkap Levitt.
Sejumlah keberhasilan yang disebutkan termasuk mediasi antara India–Pakistan, Kamboja–Mesir, Ethiopia–Rwanda–Kongo, serta Serbia–Kosovo.
Butir Kesepakatan AS–Armenia dan AS–Azerbaijan
Dalam perjanjian bilateral yang terpisah, AS–Armenia dan AS–Azerbaijan menyepakati poin-poin berikut:
- Menghentikan seluruh tindakan permusuhan.
- Membuka jalur perdagangan dan transportasi.
- Menghormati integritas wilayah masing-masing negara.
- Memperkuat kerja sama di bidang energi, perdagangan, serta teknologi termasuk kecerdasan buatan (AI).
Namun, mantan pejabat Ukraina, Hrytsenko, menilai kesepakatan ini merupakan bagian dari strategi AS untuk memperluas pengaruh di Asia Tengah, Kaukasus Selatan, dan Turki.
Di tengah proses negosiasi, Rusia melancarkan serangan terhadap stasiun kompresor gas alam di Orlivka, Ukraina — jalur pasokan gas dari Azerbaijan — yang dinilai sebagai sinyal peringatan dari Putin kepada Baku.
Di sisi lain, Azerbaijan mengumumkan pembukaan lini produksi peluru artileri baru bekerja sama dengan Turki dan Bulgaria, untuk memproduksi peluru kaliber 122 mm dan 152 mm yang sebagian akan dikirim ke Ukraina.
Putin–Xi Jinping Bahas Ukraina dan Aliansi Strategis Rusia–Tiongkok
Media Tiongkok melaporkan bahwa Presiden Putin telah memberi informasi kepada Presiden Xi Jinping terkait perkembangan perang Ukraina dan kontak terbarunya dengan AS. Putin menegaskan bahwa kemitraan strategis komprehensif Rusia–Tiongkok “tidak akan berubah dalam kondisi apa pun”.
Xi Jinping menyatakan bahwa Tiongkok mendukung dialog damai dan menyambut baik adanya komunikasi antara AS dan Rusia.
Namun, laporan Pusat Reformasi Pertahanan Ukraina menuding Tiongkok memainkan peran penting dalam mendukung industri drone Rusia.
Temuan tersebut mengungkap:
- Rantai pasokan mencakup sejumlah negara Eropa serta pabrik baterai litium di Tainan.
- Lebih dari 40 komponen drone Rusia berasal dari Tiongkok.
- Kapasitas produksi mencapai 30.000 unit per tahun.
- Serangan drone Rusia meningkat drastis dari 40 unit per bulan pada 2022 menjadi lebih dari 5.400 unit pada Juni 2025.
Trump–Putin Siapkan Pertemuan, Bahas Potensi Tukar Wilayah Rusia–Ukraina
Kremlin mengonfirmasi bahwa KTT Trump–Putin kemungkinan digelar pekan depan. Trump mengatakan lokasi pertemuan “akan sangat disukai” tetapi belum mengumumkan secara resmi. Media AS melaporkan bahwa salah satu skenario yang dibahas adalah pertukaran wilayah antara Rusia dan Ukraina.
Menurut The Wall Street Journal, Putin bersedia melakukan gencatan senjata jika Ukraina dan NATO menarik pasukan dari wilayah timur Ukraina. Sementara Fox News menyebut pertemuan dijadwalkan pada Jumat depan di Alaska.
Ketegangan dengan India
Reuters melaporkan bahwa India membatalkan rencana pembelian senjata dari AS sekaligus membatalkan kunjungan Menteri Pertahanan Rajnath Singh ke Washington.
Penasihat ekonomi Gedung Putih, Navarro, menuding India dan Tiongkok “memainkan peran ganda” dengan terus membeli minyak Rusia, yang keuntungannya digunakan untuk membiayai perang di Ukraina.
Trump menegaskan praktik tersebut harus dihentikan.
“Kebijakan perdagangan saya bertujuan menciptakan perdagangan yang adil dan investasi yang saling menguntungkan,” tegasnya.


