Pada 7 Agustus 2025 pagi, Kota Zhengzhou di Provinsi Henan dilanda hujan lebat. Seluruh area perkotaan tergenang bak lautan, banyak mobil terjebak di dalam terowongan. Seorang pengemudi yang berhasil menyelamatkan diri mengatakan, hanya dalam 10 menit air sudah naik hingga mencapai jendela mobil, mobilnya mulai mengapung, dan situasinya sangat menakutkan.
EtIndonesia. Video yang beredar di internet menunjukkan hujan deras di Zhengzhou membuat kawasan perkotaan berubah menjadi sungai deras. Banyak mobil mogok terendam air, dan ada pejalan kaki yang terseret arus banjir.
Beberapa terowongan lalu lintas di Zhengzhou tergenang, dan Terowongan Jingguang Road — yang pernah terendam banjir sebelumnya — kembali mengalami situasi bencana.
Seorang pengemudi yang lolos menceritakan kepada “Haibao News”: “Saat itu saya terjebak di dalam Terowongan Jingguang Road, hanya dalam waktu 10 menit air hampir sampai ke jendela mobil. Semua mobil terjebak, mobil saya bahkan mulai mengapung. Saat itu saya benar-benar takut.”
Dalam video terlihat kondisi gelap di dalam terowongan, air sudah mencapai bagian bodi mobil, banyak kendaraan terendam dan berusaha berbalik untuk keluar dari terowongan.
8月7日,鄭州暴雨,京廣隧道被淹,水淹過車窗,不少司機驚慌逃生。 pic.twitter.com/Mb0YQSPBdf
— ying tang (@yingtan04410735) August 8, 2025
Pengemudi tersebut menambahkan: “Sekitar pukul 1.30 siang saya masuk ke terowongan, lalu air mulai perlahan naik. Terowongan di depan sudah terendam, semua mobil di belakang mencoba berbalik. Banyak mobil berbahan bakar bensin langsung mogok, semua kendaraan terjebak. Saat itu tidak ada yang memikirkan aturan lalu lintas lagi, banyak mobil langsung putar balik.”
Dia juga melihat banyak orang meninggalkan mobilnya, memanjat menggunakan tangga untuk keluar dari terowongan.
Badan Meteorologi Zhengzhou pada 7 Agustus mengeluarkan peringatan merah hujan lebat. Pihak berwenang setempat mengumumkan penghentian segera kegiatan produksi, usaha, sekolah, transportasi, dan aktivitas luar ruangan berkelompok. Warga diminta untuk tidak keluar rumah kecuali sangat diperlukan.
Seorang warga yang merekam video di luar terowongan mengatakan, Terowongan Jingguang Road mengalami kemacetan, banyak kendaraan keluar mundur dari dalam terowongan, bahkan ada yang berputar arah di tempat. “Sepertinya terowongan bawah tanah ini kembali tergenang, semua mobil mundur keluar.”
Menurut laporan CCTV milik pemerintah Partai Komunis Tiongkok, dari pukul 8.00 hingga 14.10 pada 7 Agustus, Zhengzhou mengalami hujan lebat dengan curah hujan rata-rata kota mencapai 17,3 mm. Curah hujan tertinggi tercatat di Distrik Zhongyuan, di area kantor pemerintah kota, sebesar 187,0 mm.
Akibat hujan tersebut, layanan jalur metro Zhengzhou dihentikan di beberapa titik: Jalur 4 pada Stasiun Zhangjiacun, dan Jalur 7 di segmen antara Stasiun Dongzhao hingga Stasiun Baimiao. Hingga kini, pihak berwenang Zhengzhou belum melaporkan korban jiwa akibat banjir ini.
Seorang warga yang merekam video mengatakan, jalan raya sudah seperti sungai, mobil berjalan seperti perahu, bus umum berhenti beroperasi karena arus air terlalu deras dan besar. Situasinya sangat mirip dengan banjir besar Zhengzhou pada 20 Juli 2021.
Terowongan Jingguang Road memiliki panjang 4,3 km. Saat banjir tahun 2021, diperkirakan setidaknya ada lebih dari 1.200 mobil yang dikeluarkan dari terowongan ini, namun jumlah korban jiwa yang sebenarnya ditutupi oleh pemerintah PKT. (Hui/asr)
oleh Luo Tingting / Wen Hui – NTDTV.com


