Saham AS Naik Tajam Didukung Tarif, “Tarif Batangan Emas” Guncang Pasar

EtIndonesia. Pada Jumat (8/8/2025), kepercayaan pasar meningkat dan bursa saham AS dibuka menguat. Namun demikian, segera setelah Amerika Serikat mengumumkan akan memberlakukan tarif atas impor batangan emas Swiss, pasar emas langsung terguncang.

Bursa saham AS pada Jumat ditutup menguat. Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi untuk hari kedua berturut-turut, dengan saham teknologi termasuk Apple mengalami kenaikan, mencerminkan optimisme pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini.

Indeks S&P 500 naik 49,45 poin atau 0,78%; Nasdaq melonjak 207,32 poin atau 0,98% pada penutupan; dan Dow Jones Industrial Average juga naik 206,97 poin atau 0,47%.

 “Kenaikan ini berasal dari serangkaian ekspektasi geopolitik, termasuk rencana pertemuan Presiden Trump dengan Presiden Putin, yang memberi harapan akan meredanya ketegangan geopolitik, menopang kinerja pasar, dan meningkatkan harapan penurunan suku bunga,” kata CEO Market Index Company, Steven Schoenfeld. 

Selain didorong oleh kebijakan tarif AS, pada Kamis (7 Agustus), Presiden Trump mencalonkan Ketua Dewan Penasihat Ekonomi, Stephen Millan, untuk menggantikan anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, Adriana Kugler, yang tiba-tiba mengundurkan diri pekan lalu. Hal ini semakin memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mengambil sikap yang lebih dovish.

Menurut alat FedWatch CME Group, probabilitas penurunan suku bunga pada bulan September diperkirakan sekitar 90%.

Steven Schoenfeld menambahkan:  “Pelemahan pasar tenaga kerja memberi lampu hijau bagi potensi penurunan suku bunga.”

Namun, pasar emas mengalami guncangan pada Jumat. Setelah Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) pada Kamis mengumumkan keputusan untuk memberlakukan tarif pada batangan emas impor berbobot 1 kilogram dan 100 ons, pasar emas global dibuat tak siap.

Keputusan CBP menyatakan bahwa batangan emas 1 kilogram dan 100 ons tidak dikategorikan sebagai barang bebas bea, melainkan harus diklasifikasikan sebagai “setengah jadi” dan bukan “emas mentah”.

Swiss, sebagai pusat pemurnian emas terbesar di dunia, diperkirakan akan terkena dampak serius jika tarif ini resmi diberlakukan. Saat ini, produsen dan pelaku industri di Swiss, Asia, dan wilayah lainnya menyatakan telah menghentikan pengiriman ke AS sampai situasi menjadi jelas.

Beberapa media melaporkan bahwa “Gedung Putih berencana segera mengeluarkan perintah eksekutif untuk memperjelas kesalahan informasi terkait tarif batangan emas dan produk khusus lainnya.” Setelah kabar ini muncul, harga emas berjangka yang sempat mencapai rekor tertinggi 3.491,30 dolar AS turun kembali.

Namun, hingga Jumat waktu penutupan berita, Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal ini. (Hui/asr)

oleh: Wang Ziyi, NTD Television, Amerika Serikat

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine