Jika kucing Anda berhenti menyantap makanan kering, bisa jadi ia mengalami nyeri mulut yang membuatnya tidak nyaman mengunyah makanan kering
Lee Pickett
Tanya: Kucing saya yang sudah tua, Tater Tot, kehilangan nafsu makan untuk makanan kucing kering, tetapi dia sangat suka tuna yang saya makan. Sekarang dia hanya makan tuna. Apakah itu baik untuknya?
Jawab: Sepertinya Anda punya dua kekhawatiran: hilangnya minat Tater Tot pada makanan kering, dan dietnya yang hanya berupa tuna.
Saya curiga Tater Tot mungkin mengalami nyeri mulut yang membuatnya sulit mengunyah makanan kering, jadi saya sarankan segera membawanya ke dokter hewan.
Saya juga khawatir dia hanya makan tuna, karena pola makan ini tidak lengkap dan tidak seimbang secara gizi.
Tuna rendah vitamin E, sehingga Tater Tot bisa mengalami steatitis (stee-ah-TITE’-is), yaitu peradangan pada lemak tubuh yang menyakitkan dan kadang mematikan. Selain itu, kadar vitamin K yang rendah pada tuna dapat menyebabkan pendarahan internal.
Kucing memerlukan banyak vitamin B, namun tuna hanya menyediakan jumlah yang sangat sedikit. Kekurangan ini, ditambah kemungkinan kontaminasi merkuri, dapat menyebabkan kelemahan otot, hilangnya koordinasi, tremor, kejang, dan masalah saraf lainnya. Tuna juga rendah kalsium.
Tuna juga mengandung asam linoleat yang tidak mencukupi, padahal asam lemak esensial ini penting untuk kesehatan kulit. Tuna yang mulai membusuk akan melepaskan histamin, yang dapat menyebabkan kulit gatal dan kemerahan.
Sebaliknya, tuna tinggi magnesium, yang dapat memicu masalah kandung kemih pada kucing. Selain itu, kucing yang diberi makan tuna kalengan memiliki risiko lebih tinggi terkena karsinoma sel skuamosa di mulut.
Jadi, buatlah janji dengan dokter hewan untuk mencari tahu mengapa Tater Tot menolak makanan keringnya. Sementara itu, berikan makanan kucing kalengan yang lengkap dan seimbang secara nutrisi, dan simpan tuna untuk Anda sendiri.
Tanya: Dua anak anjing Labrador retriever berusia 4 bulan yang menggemaskan baru saja bergabung dengan keluarga kami. Biasanya saya memberikan pencegah kutu pada anjing-anjing saya di musim ini, tapi mereka tampaknya terlalu muda. Apakah aman memberikan ragi bir kuno untuk mencegah kutu?
Jawab: Ragi bir aman, tetapi tidak mengusir atau membunuh kutu.
Pada tahun 1983, Journal of the American Veterinary Medical Association menerbitkan laporan berjudul “Failure of Brewer’s Yeast as a Repellent to Fleas on Dogs.” Enam puluh anjing yang terpapar kutu diberi ragi bir atau plasebo yang tidak aktif selama tujuh minggu. Para peneliti menemukan bahwa ragi bir tidak lebih efektif melindungi anjing dari kutu dibanding plasebo.
Untungnya, kini tersedia banyak pencegah kutu/tungau yang efektif dan aman. Produk-produk ini telah digunakan pada jutaan anjing, dan sebagian besar disetujui untuk anak anjing muda.
Produk ini terbagi dalam tiga kategori: cairan yang dioleskan pada kulit, tablet kunyah, dan jenis kalung tertentu.
Setiap kategori punya kelebihan dan kekurangan. Misalnya, jika kedua anak anjing Anda suka bermain gigit-gigitan di leher, maka kalung anti kutu/tungau mungkin bukan pilihan yang baik.
Jika Anda tinggal di daerah yang memiliki masalah cacing jantung, pertimbangkan penggunaan cairan oles kulit yang tidak hanya mengusir kutu dan tungau tetapi juga nyamuk, yang menularkan cacing jantung.
Dokter hewan Anda dapat merekomendasikan produk yang aman untuk anak anjing baru Anda dan efektif melawan kutu serta tungau.
Pembaca yang budiman: Kami senang mendengar pendapat Anda. Topik apa yang ingin Anda baca? Silakan kirim masukan dan tips Anda ke [email protected].


