Pilih pewarna rambut alami, minum cukup air, makan makanan kaya antioksidan, dan jaga kesehatan kulit kepala Anda
Ellen Wan
Menginginkan penampilan yang menarik dan muda dengan mewarnai rambut secara rutin? Pikirkan lagi. Bahan kimia yang terkandung dalam pewarna rambut konvensional, yang sering kali mengandung senyawa pengganggu endokrin, telah dikaitkan dengan risiko kanker yang mengkhawatirkan.
Seiring semakin banyaknya orang yang beralih ke alternatif pewarnaan rambut yang lebih aman dan alami, para ahli menyarankan pendekatan holistik—menggabungkan pewarna non-toksik dengan perlindungan kulit kepala yang proaktif dan perawatan pasca-pewarnaan yang menutrisi.
Risiko Kanker dari Pewarna Rambut Konvensional
Sebuah studi yang diterbitkan di The BMJ, yang menganalisis data dari lebih dari 110.000 perawat perempuan, menemukan bahwa pengguna pewarna rambut permanen memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, kanker ovarium, dan karsinoma sel basal—sejenis kanker kulit—dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya.
Pada pria, penelitian menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan pewarna rambut memiliki risiko jauh lebih tinggi terkena kanker prostat dibandingkan yang tidak menggunakan. Studi tersebut mengutip laporan penelitian berbasis rumah sakit yang menunjukkan adanya korelasi positif antara penggunaan pewarna rambut dan kanker prostat.
Pewarna Rambut Alami dari Masa ke Masa
Pewarna rambut alami memiliki sejarah panjang sejak zaman kuno.
Catatan menunjukkan bahwa pada masa Mesir kuno, Firaun Ramses II menggunakan pacar (henna) untuk memperindah warna rambut merahnya. Sementara itu, orang Yunani kuno memutihkan rambut mereka dengan larutan kalium alkali, lalu mengoleskan pasta dari kelopak bunga kuning dan serbuk sari. Bangsa Romawi menggunakan ekstrak kenari untuk mewarnai rambut mereka menjadi hitam.
Dengan adanya kaitan yang kuat antara pewarna rambut dan kanker, apakah ada alternatif alami yang dapat membantu mengurangi risiko? Saat ini, pewarna rambut berbahan tumbuhan kembali mendapat perhatian sebagai pilihan yang lebih aman dan alami.
Manfaat Pewarna Rambut Alami
“Pewarna alami yang dibuat dari bahan botani umumnya lebih aman, tidak terlalu mengiritasi, dan bahkan dapat menutrisi kulit kepala serta rambut,” kata Hsin-Hung Chen, direktur Zhongshan Chinese Medicine Clinic dan spesialis perawatan rambut di Hanyitang Clinic, Taiwan. “Tidak seperti produk sintetis, mereka jarang memicu alergi atau kerusakan jangka panjang.”
Chen mencatat bahwa pewarna alami tidak hanya memberi warna pada rambut—tetapi sering membuat rambut lebih lembut, berkilau, dan mudah diatur.
2 Pewarna Rambut Alami Tradisional
Shu Rong, direktur Doctor Rong Chinese Medicine & Acupuncture di Inggris, membagikanbeberapa metode pewarna rambut alami lainnya.
1. Pewarna Rambut Daun Kembang Sepatu

Metode tradisional ini secara bertahap menggelapkan warna rambut dari waktu ke waktu, sangat berguna untuk menghitamkan rambut secara alami.
Bahan:
- 100 gram daun kembang sepatu segar (baru dipetik atau dibeli)
Langkah:
- Cuci bersih daun kembang sepatu, lalu tumbuk hingga keluar air hijau.
- Tambahkan 500 ml air hangat, aduk rata, lalu saring untuk mengambil sarinya.
- Gunakan sari ini untuk membasuh rambut, pijat kulit kepala dan rambut selama sekitar 10 menit.
- Bilas dengan air bersih.
Hasil warna: Menguatkan rona hitam secara bertahap; air hijau awalnya memberi warna samar yang akan menggelap dengan penggunaan berulang.
2. Pewarna Rambut Kedelai Hitam

Kedelai hitam mengandung pigmen alami dan antioksidan. Jika dicampur dengan cuka, akan membentuk pewarna asam ringan yang menempel pada helai rambut tanpa bahan kimia keras.
Bahan:
- 250 gram kedelai hitam
- 750 ml cuka beras
Langkah:
- Cuci dan keringkan kedelai hitam, lalu rendam dalam cuka beras semalaman.
- Rebus campuran tersebut, kecilkan api, lalu didihkan perlahan selama 30 menit–1 jam hingga kedelai benar-benar empuk.
- Saring untuk mengambil sarinya, lalu terus panaskan hingga mengental menjadi kental pekat.
- Oleskan pewarna kedelai hitam ini ke rambut, pijat selama 10–15 menit. Anda juga bisa mencelupkan sikat gigi bersih atau sisir ke dalam pewarna lalu sisir rambut berulang kali selama 10–15 menit.
- Diamkan selama 30 menit sebelum dibilas dengan air hangat. Atau, oleskan pewarna, tutup rambut dengan shower cap, dan biarkan semalaman sebelum dibilas keesokan paginya.
Gunakan 1–2 kali seminggu. Sisa pewarna kedelai hitam dapat disimpan di freezer untuk penggunaan berikutnya. Panaskan kembali sebelum digunakan dan aplikasikan saat masih hangat.
Hasil warna: Memberikan warna hitam yang lebih pekat, tahan lama, dan memberikan nutrisi tambahan bagi kulit kepala.
Cara Mengurangi Kerusakan dari Bahan Kimia
Meski belum ada bukti pasti hubungan sebab-akibat antara pewarna kimia dan kanker, Chen mengimbau kewaspadaan: “Ada korelasi yang jelas, dan kita tidak boleh mengabaikannya,” ujarnya. “Pewarna alami selalu menjadi pilihan yang lebih baik jika memungkinkan.”
Bagi yang khawatir akan bahaya bahan kimia pada pewarna rambut, ia menyarankan untuk minum banyak air setelah mewarnai rambut guna membantu mempercepat metabolisme. Juga bermanfaat mengonsumsi makanan kaya antioksidan seperti blueberry, wortel, dan jambu biji, yang dapat membantu mengurangi peradangan serta menurunkan risiko sisa bahan kimia dan reaksi peradangan dalam tubuh.
Tips Mewarnai Rambut dengan Aman dan Melindungi Kulit Kepala
1. Pilih Pewarna Rambut yang Tepat
Chen menekankan bahwa mewarnai rambut pasti menyebabkan kerusakan pada kulit kepala dan rambut. Tidak ada pewarna rambut yang benar-benar “tanpa kerusakan.” Karena itu, saat memilih produk pewarna rambut, sebaiknya prioritaskan yang memiliki nomor persetujuan resmi dari otoritas setempat dan daftar bahan yang jelas. Hindari pewarna yang mengandung bahan kimia dengan tingkat alergi tinggi seperti para-phenylenediamine, hidrogen peroksida, dan amonia.
Waspadai pewarna yang mengklaim hasil seperti “pewarnaan cepat,” “warna tahan lama,” atau “mudah digunakan,” karena mungkin mengandung tambahan bahan sintetis. Pilihlah produk berbahan dasar herbal dan ekstrak tumbuhan alami jika memungkinkan.
Chen juga mengingatkan, jika Anda mengalami gatal atau sensasi terbakar di kulit kepala setelah menggunakan pewarna rambut, segera bilas dengan air hangat. Jika ketidaknyamanan berlanjut, segera konsultasikan ke tenaga medis.
2. Perlindungan Kulit Kepala Sebelum Mewarnai
Untuk keamanan, pewarna rambut sebaiknya seminimal mungkin menyentuh kulit kepala. Chen menyarankan mengoleskan petroleum jelly (seperti Vaseline) atau gel lidah buaya di dahi sebelum mulai mewarnai. Pijat lembut dengan ujung jari untuk membuat lapisan pelindung. Tunggu 5–10 menit sebelum mulai proses pewarnaan.
Saat mengoleskan pewarna, usahakan ada sedikit jarak antara pewarna dan kulit kepala untuk mengurangi iritasi atau kerusakan. Selain itu, hindari terlalu sering mewarnai rambut. Sebaiknya beri jarak beberapa bulan, idealnya mengikuti pergantian musim.
3. Perawatan Rambut Setelah Mewarnai
Rambut biasanya mengalami kerusakan setelah diwarnai. Dr. Huan-Bo Ko, dokter kulit di DCDC Hair Restoration Clinic, Taiwan, menekankan pentingnya memilih sampo dan produk perawatan rambut yang tepat.
Untuk rambut yang telah mengalami perlakuan kimia, gunakan produk yang membantu memperbaiki helai rambut yang rusak dan mengembalikan elastisitasnya. Hindari sampo atau kondisioner yang terlalu kaya minyak atau bahan pelembut, karena dapat membebani kulit kepala dan menghambat pertumbuhan folikel rambut yang sehat.
Ko juga memberikan tips untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala dengan menghindari kesalahan umum saat mencuci rambut:
- Jangan mengoleskan sampo langsung ke kulit kepala: Hal ini bisa menyebabkan pencucian tidak merata dan pembilasan tidak tuntas. Jika sisa sampo tertinggal, dapat membebani kulit kepala. Cara yang benar adalah busakan sampo di tangan terlebih dahulu, lalu oleskan merata ke rambut. Bilas setidaknya 60 detik hingga tidak ada busa tersisa.
- Jangan menggaruk kulit kepala dengan kuku: Meskipun terasa lebih bersih, kulit kepala sensitif dan dapat mudah terluka. Gunakan bantalan ujung jari untuk memijat lembut kulit kepala dengan gerakan melingkar.
- Lindungi rambut saat basah: Setelah keramas, lapisan kutikula rambut sangat rapuh dan mudah rusak. Warna pewarna juga lebih mudah luntur. Untuk mengurangi kerusakan dan mempertahankan warna, segera keringkan kulit kepala dan rambut setelah dicuci. (***)


