Kepala NASA: AS Berlomba dengan Tiongkok untuk Mengklaim Bagian “Terbaik” Bulan

EtIndonesia. Amerika Serikat sedang terlibat dalam perlombaan antariksa baru dengan Tiongkok untuk mengklaim bagian Bulan yang paling kaya sumber daya, ujar administrator sementara NASA, Sean Duffy, saat mengumumkan rencana untuk memasang reaktor nuklir di permukaan Bulan pada tahun 2030.

“Kita sedang berlomba menuju Bulan, berlomba dengan Tiongkok menuju Bulan. Dan untuk memiliki pangkalan di Bulan, kita membutuhkan energi,” ujarnya dalam konferensi pers pada hari Selasa (waktu setempat) bertajuk “Melepaskan Dominasi Drone Amerika” yang diselenggarakan oleh Departemen Perhubungan AS, yang juga dipimpin oleh Duffy.

Duffy menjelaskan bahwa energi adalah kunci untuk membangun pangkalan permanen, dan itulah sebabnya dia menginginkan reaktor nuklir 100 kilowatt ditempatkan di Bulan dalam lima tahun ke depan. Dia mengatakan reaktor semacam itu akan menghasilkan listrik dalam jumlah yang hampir sama dengan yang dibutuhkan rumah tangga biasa di AS dalam 3,5 hari.

Administrator NASA juga mengatakan bahwa ada wilayah tertentu di bulan yang sangat berharga, dan baik AS maupun Tiongkok sedang mengincarnya.

“Ada bagian tertentu di Bulan yang semua orang tahu adalah yang terbaik,” katanya. “Kami memiliki es di sana. Kami memiliki sinar matahari di sana. Kami ingin sampai di sana terlebih dahulu dan mengklaimnya untuk Amerika,” katanya.

Air es dan sinar matahari yang terus-menerus membuat bagian-bagian tertentu di Bulan, terutama di dekat kutub selatan, ideal untuk mendirikan pangkalan permanen. Kondisi ini penting untuk menopang kehidupan manusia dan menghasilkan listrik.

Duffy juga menanggapi kekhawatiran tentang peluncuran material nuklir ke luar angkasa. Dia menegaskan bahwa reaktor tidak akan aktif ketika diluncurkan dari Bumi.

“Kami tidak akan meluncurkannya secara langsung. Tentu saja, jika Anda memiliki pertanyaan tentang itu, tidak, kami tidak akan meluncurkannya secara langsung,” katanya.

Sambil membandingkan program bulan Artemis dengan misi Apollo yang bersejarah pada tahun 1960-an dan 70-an, Duffy mengakui bahwa upaya NASA saat ini belum menarik perhatian publik dengan cara yang sama.

“Banyak orang bahkan tidak tahu apa itu Artemis. Semua orang tahu apa itu Apollo. Kita semua tahu. Seluruh dunia tahu apa itu Apollo. Kita akan pergi ke Bulan, Artemis akan pergi, kita akan kembali,” kata Duffy. (yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine