EtIndonesia. Seorang pria di Tiongkok yang memberi makan jamur liar kepada anjing peliharaannya untuk menguji keamanannya sebelum membiarkan keluarganya memakannya, harus menanggung akibatnya ketika seluruh keluarganya dirawat di rumah sakit.
Pria berusia 74 tahun dari Provinsi Sichuan, Tiongkok barat daya, menemukan beberapa rumpun jamur liar di lahan pertanian herbal miliknya pada 13 Juli.
Jamur-jamur itu tampak putih dan licin, seperti jamur rayap yang ditemukan di pasar lokal, ujar putra pria tersebut, yang bermarga Jiang, kepada media Tiongkok daratan, Shandian News.
Meskipun tahu bahwa jamur liar bisa beracun, Jiang senior tidak mau membuangnya.
Sebaliknya, dia memasaknya dan memberikannya kepada anjing peliharaannya untuk menguji keamanannya.
Jiang senior menunggu selama dua hari dan tidak melihat hal buruk terjadi pada anjingnya, kecuali nafsu makannya yang berkurang.
Dia mengira jamur itu aman dan memasaknya untuk istri dan putranya, yang hanya mencoba beberapa karena merasa tidak yakin.
Tiga jam kemudian, mereka mengalami mual dan diare.
Mereka segera pergi ke rumah sakit, di mana perut mereka dipompa.
Jiang mengatakan saat itulah mereka menyadari bahwa kurang nafsu makan anjing mereka adalah akibat keracunan jamur.
Kisah duka keluarga tersebut mendapat banyak komentar daring yang mengatakan bahwa mereka pantas menerima apa yang terjadi.
“Itulah harga yang mereka bayar karena tidak menghormati kehidupan hewan,” kata seseorang.
“Sangat bodoh. Ada hal-hal yang bisa dimakan manusia tetapi tidak bisa dimakan anjing, dan sebaliknya,” kata yang lain.
“Apakah mereka tidak punya perasaan terhadap anjing peliharaan mereka?” tanya yang ketiga.
“Apa yang terjadi, akan terjadi,” kata pengamat daring lainnya.
Tiongkok tidak memiliki undang-undang komprehensif yang melindungi hewan, terutama hewan peliharaan, dari penyiksaan.
Bahkan penyiksa kucing yang mengunggah video kekejaman mereka lolos dari hukuman.
Beberapa pecinta hewan mengambil tindakan seperti doxxing (pengungkapan identitas pribadi) para penyiksa sebagai hukuman tidak resmi.
Musim jamur di Tiongkok berlangsung antara bulan Juni dan Oktober.
Tren baru telah berkembang di kalangan anak muda di Sichuan dalam beberapa tahun terakhir untuk memetik jamur liar untuk dimasak.
Provinsi ini merupakan rumah bagi jamur beracun seperti jamur merang dan Neoboletus venenatus, yang seringkali tertukar dengan jamur yang dapat dimakan.
Para dokter telah memperingatkan untuk tidak mengonsumsi jamur liar. (yn)


