EtIndonesia. Dalam siaran langsung pada 13 Agustus 2025, pengamat independen Jiang Feng menuduh bahwa Presiden Tiongkok, Xi Jinping mungkin mempertimbangkan memulai konflik militer sebagai strategi untuk mempertahankan kekuasaannya. Jiang menyebut bahwa dalam pertemuan Politbiro akhir Juli, Xi telah memaparkan gagasan tersebut.
Di Beidaihe—sarung mediasi politik tahunan—Xi disebut sempat berargumentasi dengan pejabat senior seperti Zhang Youxia, dan berkata: “Timur sedang bangkit, Barat sedang menurun. Saya sudah mulai (perang), sekarang kalian mau menghentikan saya?”
Jiang menafsirkan bahwa Xi melihat perang sebagai satu-satunya cara untuk tetap memimpin, dengan janji implisit bahwa Amerika Serikat tidak akan langsung terlibat.
Hingga kini tidak terdapat indikasi bahwa militer Tiongkok menyiapkan serangan ke Taiwan. Namun, fokus perhatian bergeser ke Laut China Selatan—tempat ketegangan baru muncul.
Kapal penjaga pantai dan kapal perang Tiongkok berupaya memblokir kapal penjaga pantai Philipina, meskipun gagal. Insiden ini menyebabkan kepanikan dan kecemasan di kawasan.
Mantan perwira Staf Markas Angkatan Laut Tiongkok, Yao Cheng, menyatakan bahwa perlawanan ini menunjukkan kemarahan serius dari Beijing. Dia memperingatkan kemungkinan Tiongkok melakukan serangan—bukan langsung ke wilayah utama Philipina, tetapi untuk menguasai pulau-pulau seperti Thitu (Pulau Zhongye) dan Karang Scarborough.
Posisi Amerika Serikat dan Risiko Perang
Perjanjian Pertahanan Bersama AS–Philipina menegaskan bahwa Amerika Serikat wajib membantu jika kapal atau pesawat Philipina diserang di Laut China Selatan. Namun, belum jelas apakah serangan terhadap pulau-pulau yang dikuasai Philipina juga termasuk dalam jangkauannya.
Pada 13 Agustus 2025, tepat dua hari setelah insiden tersebut, Amerika Serikat mengerahkan dua kapal perang—perusak USS Higgins dan kapal tempur pesisir USS Cincinnati—ke dekat Karang Scarborough. Ini merupakan pertama kalinya dalam enam tahun kapal perang AS memasuki area tersebut, sebagai bentuk sinyal kuat bagi Beijing agar tidak memperburuk ketegangan internasional.
Fakta-Fakta Terkini
| Fakta | Keterangan |
| InsidenTabrakan Kapal Tiongkok | Dua kapal Tiongkok bertabrakan saat berupaya mengusir kapal penjaga pantai Filipina di dekat Karang Scarborough. Peristiwa ini terjadi beberapa hari sebelum kedatangan kapal AS. |
| ResponMiliter AS | USS Higgins (perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke) dan USS Cincinnati (kapal tempur pesisir) melakukan patroli sekitar 30 nautical miles dari Karang Scarborough.AS menegaskan bahwa operasi ini merupakan penegasan kebebasan navigasi—selaras dengan hukum internasional. |
| Tuduhan Tiongkok | PLA Southern Theatre Command menuduh AS melanggar kedaulatan dengan memasuki wilayah tanpa izin, menyebut operasi itu sebagai ancaman stabilitas regional. |
| Pandangan Manila | Komodor Jay Tarriela dari Coast Guard Filipina mengonfirmasi tidak ada insiden lebih lanjut selama patroli, namun memperingatkan bahaya tak terduga akibat manuver yang memicu tabrakan sebelumnya. |


