Penemuan Mengejutkan: Bima Sakti Kita Berada di Dalam Sebuah “Kekosongan Kosmik” Raksasa

EtIndonesia. Sebuah penelitian terbaru dari Inggris menunjukkan bahwa galaksi kita, Bima Sakti, kemungkinan berada di dalam sebuah “kekosongan kosmik” (cosmic void) raksasa dengan diameter mencapai 2 miliar tahun cahaya! Artinya, Bima Sakti berada di wilayah alam semesta yang relatif sepi dan terisolasi.

Penelitian terobosan ini dipimpin oleh Dr. Andrii Neronov dari Institute of Cosmology and Gravitation, University of Portsmouth, bersama tim kosmolog dari berbagai negara Eropa.

Mereka menggunakan “sinyal gelombang suara” dalam radiasi latar gelombang mikro kosmik (CMB) — jejak yang tersisa dari awal peristiwa Dentuman Besar — untuk melacak distribusi materi di alam semesta awal. 

Data ini kemudian digabungkan dengan hasil pengamatan galaksi yang ada saat ini, dan menghasilkan kesimpulan mengejutkan: Bima Sakti kemungkinan berada tepat di pusat sebuah kekosongan kosmik yang belum pernah terdeteksi sebelumnya.

Kekosongan kosmik ini diperkirakan berdiameter sekitar 2 miliar tahun cahaya, dan di dalam wilayah ini hampir tidak ada galaksi besar seperti Bima Sakti — ibarat “gurun” di tengah alam semesta.

Para ilmuwan menjelaskan, hipotesis ini mungkin bisa menjawab pertanyaan yang telah lama membingungkan dunia astronomi: mengapa pengukuran kecepatan ekspansi alam semesta dengan metode yang berbeda selalu menghasilkan perbedaan signifikan. Jika Bima Sakti memang berada di pusat wilayah dengan kepadatan materi rendah, maka laju ekspansi yang kita ukur bisa terlihat lebih cepat dibandingkan hasil pengamatan galaksi yang jauh.

Temuan ini menjadi tantangan besar bagi kosmologi modern, karena menurut prinsip kosmologi klasik, pada skala yang cukup besar alam semesta seharusnya seragam dan tidak memiliki lokasi istimewa. Namun, jika Bima Sakti benar-benar berada di pusat kekosongan terbesar, hal itu berarti posisi kita mungkin bersifat khusus.

 “Mengapa Bima Sakti berada di posisi yang begitu spesial? Bisa jadi ini hanyalah kebetulan, atau mungkin ada misteri kosmik yang lebih dalam di baliknya,” kata Dr. Neronov.

Saat ini, penelitian ini masih memerlukan dukungan data pengamatan yang lebih luas serta verifikasi independen. Para ilmuwan berharap melalui pengukuran yang lebih presisi, rahasia struktur alam semesta dapat terungkap lebih jelas. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine