EtIndonesia. Dalam sebuah peristiwa bersejarah, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memfasilitasi penandatanganan Perjanjian Perdamaian Armenia–Azerbaijan, yang menjadi pilar tercapainya kesepakatan perdamaian pertama antara kedua negara sejak puluhan tahun konflik Nagorno-Karabakh
Esensi Kesepakatan: Koridor Zangezur atau TRIPP
Kesepakatan ini mencakup hak eksklusif pengembangan Koridor Zangezur, yang dikenal secara resmi sebagai Trump Route for International Peace and Prosperity (TRIPP). Armenia memberikan konsesi selama 99 tahun kepada AS untuk mengelola koridor strategis ini, yang menghubungkan Azerbaijan utama dengan enklaf Nakhchivan melalui selatan Armenia. Implementasi akan mencakup pembangunan jalur kereta, jalan tol, kabel serat optik, dan infrastruktur energi di bawah hukum Armenia
Dampak Geopolitik: Posisi Rusia, Turki, dan Iran
- Rusia: Posisi Moskow mengalami penurunan signifikan dalam peran geopolitik regional seiring AS memasuki wilayah pengaruh tradisional Rusia di Kaukasus
- Turki: Menyambut baik kesepakatan ini karena koridor sejalan dengan ambisi Turki untuk memperkuat konektivitas antara Eropa dan Asia via Kaukasus, sekaligus mempererat hubungan trilateral Turki—Azerbaijan—Armenia
- Iran: Bereaksi paling keras. Penasihat tinggi pemimpin Iran, Ali Akbar Velayati, menyatakan bahwa kesepakatan itu memutus akses darat Iran ke Kaukasus dan bisa menjadi “kuburan bagi tentara bayaran Trump”
- Iran bahkan menyatakan siap menggunakan kekuatan militer untuk menghadang perubahan ini
- Beberapa sumber juga menyebut Iran melakukan konsultasi tingkat tinggi dengan Armenia menanggapi laporan kesepakatan tersebut
Analisis: Menggeser Keseimbangan Regional
Menurut analis dan laporan internasional, cerita ini mewakili transisi strategis besar di Kaukasus Selatan:
- China Institute of International Studies (analisis oleh Li Zixin) menilai langkah ini sebagai pukulan berat terhadap pengaruh geopolitik Iran.
- The Washington Post menyoroti bahwa perjanjian ini memperkuat pengaruh diplomatik AS di kawasan sekaligus melemahkan dominasi historis Rusia
Lebih lanjut, kesepakatan ini berpotensi membuka jalur perdagangan Eurasia yang disebut “Middle Corridor”, yang memungkinkan pengalihan rute dari Rusia dan Iran, sekaligus mengintegrasikan Armenia ke aliran perdagangan global dan energi sebagai hub transit baru
Tantangan dan Kontroversi
- Kedaulatan Armenia: Walau koridor akan tetap berada dalam wilayah hukum Armenia, sejumlah pihak khawatir bahwa konvensi 99 tahun memberi AS dan Azerbaijan pengaruh yang luas dalam urusan domestik Armenia
- Politik Domestik: Perdana Menteri Nikol Pashinyan menghadapi tekanan politik menjelang pemilu 2026, dengan oposisi yang menggaungkan kekhawatiran tentang kolusi asing dan khususnya campur tangan Rusia
- Eksistensi OSCE Minsk Group: Kesepakatan ini menandai marginalisasi panel mediasi yang selama ini dipimpin Rusia, Prancis, dan AS, sehingga menggantikan mediator tradisional dengan dominasi AS
Rangkuman Inti


