Menjelang KTT AS-Rusia, Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan media mengatakan bahwa pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT), Xi Jinping, pernah mengatakan kepadanya bahwa selama Trump masih menjadi Presiden AS, PKT tidak akan menyerang Taiwan. Sebelumnya, Trump juga pernah mengungkap bahwa dirinya pernah dengan tegas memperingatkan Xi Jinping bahwa jika menyerang Taiwan, AS akan membom Beijing.
EtIndonesia. Pada 15 Agustus waktu setempat, Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan di Alaska, Amerika Serikat. Sejumlah media asing melaporkan, sebelum pertemuan tersebut, Trump mengungkapkan kepada Fox News bahwa Xi Jinping mengatakan kepadanya, selama dirinya masih menjabat, Xi tidak akan “mengambil tindakan terhadap Taiwan”.
Trump mengatakan, ketika ia masih menjabat sebagai Presiden, para pemimpin dunia tidak akan berani melakukan tindakan seperti invasi Rusia ke Ukraina, termasuk Xi Jinping.
Trump menegaskan bahwa sikap diplomasi keras yang ia terapkan selama masa jabatannya membuat para pemimpin dunia tidak bisa dengan mudah menantang tatanan internasional. Ia menekankan:
“Selama saya masih menjabat, saya tidak percaya hal semacam itu akan terjadi.” Ia juga mengungkapkan: “Ketua Xi (Xi Jinping) mengatakan kepada saya, selama saya masih Presiden, ia tidak akan pernah melakukan hal itu.”
Sejak Xi Jinping berkuasa pada 2012, PKT terus meningkatkan provokasi militernya terhadap Taiwan, dan bahkan berulang kali mengancam tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk menyatukan Taiwan.
Trump sebelumnya pernah mengungkap bahwa ia dengan keras memperingatkan Xi Jinping: jika berani menyerang Taiwan, maka Beijing akan dibom hancur.
Pada Juli lalu, CNN menayangkan rekaman suara Trump, yang menunjukkan bahwa dalam percakapan telepon dengan Xi Jinping, Trump secara pribadi memperingatkan bahwa jika PKT berani menyerang Taiwan, ia akan memerintahkan untuk “membom Beijing hingga hancur”. Trump juga menyebut bahwa ia menggunakan nada yang sama untuk memperingatkan Presiden Rusia Putin agar tidak menyerang Ukraina.
Trump berkata: “Saya pernah mengatakan hal yang sama kepada Presiden Tiongkok (PKT) Xi Jinping. Saya bilang, jika kalian menyerang Taiwan, saya akan membuat Beijing hancur lebur.”
Trump menggambarkan bahwa saat itu Xi Jinping tidak sepenuhnya percaya pada ancamannya: “Dia mungkin hanya percaya 10%, dan itu sudah cukup. Faktanya, 5% kemungkinan saja sudah cukup untuk membuat mereka berhati-hati.” (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


