Pada 15 Agustus 2025 waktu setempat, Gunung Klyuchevskoy di Semenanjung Kamchatka, Rusia, tercatat menyemburkan abu vulkanik setinggi 8.000 meter.
EtIndonesia. Menurut laporan RIA Novosti pada 15 Agustus, Pusat Tanggap Erupsi Gunung Berapi (KVERT) dari Institut Geologi dan Vulkanologi, Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia cabang Timur Jauh, menyatakan bahwa Gunung Klyuchevskoy mengalami letusan abu kuat dengan ketinggian mencapai 8.000 meter, yang membahayakan keselamatan lalu lintas udara.
Dilaporkan, pada pukul 09.50 waktu setempat pada 15 Agustus, abu vulkanik Gunung Klyuchevskoy mencapai ketinggian 8.000 meter di atas permukaan laut, dengan arah sebaran ke timur laut sejauh 521 kilometer.
Sinyal peringatan keselamatan penerbangan ditetapkan pada tingkat oranye, yang berarti aktivitas gunung berapi ini menimbulkan bahaya bagi penerbangan lokal maupun internasional.
Gunung Klyuchevskoy memiliki ketinggian 4.750 meter, berjarak 30 km dari Desa Klyuchi. Gunung ini merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di kawasan Eurasia, sekaligus salah satu yang paling aktif di dunia.
Sejak gempa besar berkekuatan 8,8 yang mengguncang perairan dekat Semenanjung Kamchatka pada 30 Juli lalu, wilayah ini terus mengalami gempa susulan. Gunung Klyuchevskoy mulai meletus sejak 31 Juli, dengan ketinggian abu mencapai 12 km. Warga di Distrik Ust-Kamchatsky melaporkan adanya hujan abu vulkanik.
Menurut kantor berita TASS, pada 10 Agustus pagi, Gunung Klyuchevskoy kembali meletus dengan semburan abu setinggi 10.000 meter. Saat itu, gunung ini telah dikategorikan dalam tingkat bahaya penerbangan merah.
Sebelumnya, Kementerian Situasi Darurat Rusia di Semenanjung Kamchatka melaporkan bahwa saat ini masih terdapat lima gunung berapi aktif, yaitu: Gunung Bezymianny, Gunung Shiveluch, Gunung Klyuchevskoy, Gunung Karymsky, dan Gunung Krasheninnikov. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


